Ridwan Kamil Sebut Lima Daerah di Jabar Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Ini 5 Faktanya

Ridwan Kamil Sebut Lima Daerah di Jabar Alami Kenaikan Kasus Covid-19, Ini 5 Faktanya
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com/aksara bebey
JABAR | 22 Juni 2022 15:03 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Saat ini lima daerah di Provinsi Jawa Barat dikabarkan mengalami kenaikan jumlah kasus Covid-19. Informasi tersebut disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, usai Rapat Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Gedung Sate Bandung, Rabu (22/6).

Adapun kelima daerah tersebut adalah Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bandung, Jawa Barat.

"Izinkan melaporkan terjadi kenaikan kasus Covid-19, khususnya di lima wilayah yakni Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bandung” terangnya, sebagaimana dikutip dari ANTARA.

2 dari 6 halaman

Masih Dalam Rentang Kendali

ilustrasi masker

©PixabayShutterstock

Melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, mantan Wali Kota Bandung itu menyebut jika sebaran kasus masih bisa dikendalikan.

“Tapi masih dalam rentang kendali," katanya

Menurutnya, tolak ukur terkendalinya kasus Covid-19 di Jabar terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur perawatan pasien penyakit tersebut di rumah sakit yang masih di angka satu persen.

"(BOR untuk pasien COVID-19) RS masih di angka satu persen dan ini (kenaikan kasus di lima daerah di Jabar) seiring dengan kedekatan dengan DKI Jakarta, jadi polanya masih berulang sama," kata dia.

3 dari 6 halaman

Tak Usah Panik karena Daya Tahan Tubuh Capai 90 Persen

Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tetap menjaga protokol Kesehatan karena saat ini vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat sudah sangat maksimal.

"Sehingga menurut Kemenkes daya tahan masyarakat Indonesia sudah di atas 90 persen," katanya.

Pihaknya memprediksi puncaknya kasus Covid-19 selanjutnya akan terjadi di Juli 2022.

"Prediksi puncaknya di bulan depan (Juli). Jadi media silakan beritakan secara proposional. Menurut hitungan ilmiah setelah Juli nanti turun atau landai lagi," kata dia.

4 dari 6 halaman

Covid-19 Tak Akan Pernah Hilang

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Lebih lanjut ia mengatakan Covid-19 tidak akan pernah hilang sama sekali dan pola kasusnya akan sama begitupun dengan solusi atau penanganannya.

"Jadi hal begini akan mengiringi, makanya saya bilang COVID-19 ini tidak akan hilang sama sekali, dan pola jawabannya sama saja. Tetap prokes vaksinasi ditingkatkan apalagi Jawa Barat dosis satu dan dua mendekati 100 persen. Vaksin booster di 30 persen, menandakan mayoritas dari hampir 37 juta itu tercapai," demikian Ridwan Kamil.

Ia pun mengatakan agar masyarakat tidak perlu terlalu panik merespons kenaikan kasus, mengingat kekebalan tubuh saat ini menurut kemenkes sudah memadai.

5 dari 6 halaman

Kenaikan di Jabar Seiring Munculnya Subvarian BA.4 dan BA.5.

Kasus penularan Covid-19 di Jawa Barat sendiri naik seiring kemunculan subvarian omicron BA.4 dan BA.5. Masyarakat pun diimabu untuk tetap waspada, khususnya ketika beraktivitas di dalam ruangan agar selalu memakai masker dan menjaga jarak.

Masyarakat yang belum divaksin juga sangat disarankan segera mengunjungi sentra vaksinasi Covid-19.
 
"Kalau indoor sesuai arahan pakai masker, kalau outdoor boleh tidak pakai masker tapi mengatur jarak dan selalu waspada," kata Kang Emil.
 
Sejauh ini diketahui tingkat keterisian rumah sakit oleh pasien Covid-19 di Jabar di angka 0,7 persen. Ia memastikan selama okupansi rumah sakit masih aman dan terkendali, Pemda Provinsi Jawa Barat akan fokus pada penegakan protokol kesehatan.
 
"Selama okupansi di rumah sakit masih aman kita fokus pada prokes saja," ujarnya.

6 dari 6 halaman

Pikobar Bisa Jadi Andalan

Terkait hal ini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jawa Barat Dewi Sartika menjelaskan bahwa aplikasi Pikobar bisa dimanfaatkan karena terdapat fitur vaksinasi. Hal ini memungkinkan warga bisa mengetahui informasi kegiatan vaksin sesuai jadwal, lokasi, usia, serta jenis vaksinasi sesuai kebutuhan.

Pikobar Vaksinasi versi terbaru telah dirilis sejak Maret lalu sebagai upaya untuk menghadirkan kanal informasi yang lebih ramah pengguna.
 
“Teman-teman di Jabar Digital Service sudah lakukan usability testing dan rancang desain wajah Pikobar Vaksinasi terbaru untuk membantu warga Jabar mendapatkan jadwal dan lokasi vaksinasi, satu pintu," katanya.

Sekarang pengguna Pikobar dari lansia sampai yang muda bisa melihat sendiri info vaksinasi yang ingin ditampilkan sesuai kebutuhan.

"Mudah-mudahan bisa meningkatkan imunitas warga dari sebaran subvarian baru corona,” ujar Dewi.
 
Kemudian, Pikobar Isoman versi terbaru juga telah dirilis untuk mendukung fasilitas kesehatan selama isolasi mandiri. Dijelaskan Dewi, pengguna kini bisa langsung mengajukan permohonan vitamin tanpa perlu melakukan telekonsultasi dokter terlebih dulu. Selanjutnya paket obat-vitamin bisa sampai dalam 1-2 hari saja.
 
“Bagi warga yang tertular Covid dan harus isolasi, kami juga sediakan tiga layanan gratis lewat Pikobar Isoman, konsultasi dokter, permohonan vitamin, dan layanan oksigen," ujarnya.

Warga yang membutuhkan vitamin tak perlu melakukan telekonsultasi, sedangkan yang perlu obat, bisa langsung berkonsultasi dengan dokter Pikobar untuk mendapatkan resep.

"Semuanya gratis, warga bisa lacak progres permohonan ini dan semua kami antar langsung ke rumah dalam satu sampai dua hari saja,” kata Dewi.
 
Kekinian, Pikobar telah merilis lebih dari 500 publikasi vaksinasi setiap bulannya. Tak sampai di situ, lewat Pikobar Isoman, sebanyak 4.026 paket obat dan vitamin juga telah diterima oleh warga Jabar yang sedang yang terkonfirmasi, dan 3.921 pengguna telah menggunakan layanan telekonsultasi dokter.
 
Informasi layanan kesehatan selama isoman dan vaksinasi dapat diakses melalui aplikasi dan portal Pikobar https://pikobar.jabarprov.go.id/. Tim Jabar Digital Service turut merilis video tutorial Pikobar Isoman untuk mudahkan warga mengakses ragam tahapan permohonan fasilitas kesehatan isoman lewat kanal sosial media Jabar Digital Service @jabardigitalservice

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini