Sejarah 15 Juli 1799: Penemuan Prasasti Batu Rosetta oleh Tentara Prancis

Sejarah 15 Juli 1799: Penemuan Prasasti Batu Rosetta oleh Tentara Prancis
Batu Rosetta. newsela.com
JABAR | 15 Juli 2021 06:00 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Dimulai dengan penaklukan Alexander Agung pada 332 SM, bahasa Yunani adalah bahasa elite pemerintahan di Mesir. Para penguasa Yunani ini tidak bisa berbicara bahasa rakyat atau membaca hieroglif, dan ini memicu kebencian di antara penduduk.

Pada masa pemerintahan Ptolemy V pada tahun 205 SM, negara itu dalam pemberontakan terbuka dan batu Rosetta adalah salah satu dari banyak batu yang dijadikan alat oleh Ptolemy sebagai bagian dari propaganda politik pada tahun 196 SM, untuk menyatakan secara terbuka klaimnya sebagai firaun yang sah di Mesir.

Kemudian pada 15 Juli 1799, selama kampanye Mesir Napoleon Bonaparte, seorang tentara Prancis bernama Pierre Bouchard, menemukan lempengan basal hitam bertuliskan tulisan kuno di dekat kota Rosetta, sekitar 35 mil sebelah timur Alexandria.

Batu berbentuk tidak beraturan itu berisi potongan-potongan bagian yang ditulis dalam tiga skrip berbeda, yaitu bahasa Yunani, hieroglif Mesir, dan demotik Mesir. Bahasa Yunani kuno di Batu Rosetta memberi tahu para arkeolog bahwa batu itu diukir oleh para imam untuk menghormati raja Mesir, Ptolemy V, pada abad kedua SM.

Lebih mengejutkan lagi, perikop Yunani mengumumkan bahwa ketiga tulisan itu semuanya memiliki arti yang sama. Artefak tersebut memegang kunci untuk memecahkan teka-teki hieroglif, bahasa tertulis yang telah mati selama hampir 2.000 tahun.

Baca Selanjutnya: Penemuan Batu Rosetta...

Halaman

(mdk/ank)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami