Sempat Terseret Lumpur, Begini Cerita Lansia Selamat dari Longsor Ciherang Sumedang

Sempat Terseret Lumpur, Begini Cerita Lansia Selamat dari Longsor Ciherang Sumedang
Longsor di Ciherang Sumedang. ©2022 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com
JABAR | 17 Januari 2022 11:53 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Sebuah tebing setinggi 150 meter mengalami longsor di Blok Leuweungkadu, Dusun Cimareme, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (15/1) pekan lalu. Peristiwa itu turut menimbun area sawah milik warga seluas dua hektare, di kaki bukit.

Longsoran tanah juga hampir mencelakai seorang petani bernama Tata (66), yang saat itu tengah memanen padi di sawah. Dalam unggahan yang beredar di media sosial, tubuh Tata terlihat dipenuhi lumpur saat diselamatkan oleh warga sekitar.

"Iya waktu itu pas beres dan mau pulang, tiba-tiba ada longsornya," ungkap anak Tata, Mamat Rahmat, saat ditemui awak media di kediamannya, melansir YouTube Liputan6 SCTV, Senin (17/1).

2 dari 4 halaman

Terseret Longsoran Tanah

longsor di ciherang sumedang

©2022 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Seperti diberitakan, Tata yang tengah berada di sawah tiba-tiba terkejut saat mengetahui tanah bergeser dari atas bukit. Warga setempat yang mengetahui keberadaannya langsung bergegas mengevakuasi Tata.

Menurut Mamat, ayahnya tidak mengalami luka berat, hanya terluka di bagian kaki usai terbanting material longsor. Keluarga sendiri merasa khawatir, karena Tata masih berada di sawah saat kejadian.

"Jadi hanya kebanting aja, dan yang luka-luka cuma di bagian kaki," lanjut Mamat.

3 dari 4 halaman

Dikhawatirkan Warga

longsor di ciherang sumedang©2022 YouTube Liputan6 SCTV/Merdeka.com

Sebelumnya longsor di bukit Leuweungkadu menjadi viral di media sosial lantaran besarnya tanah yang bergeser. Bahkan dalam rekaman amatir yang dibagikan warga, para penduduk di sekitar lokasi turut khawatir dan berteriak karena khawatir rumahnya terkena luncuran tanah.

"Wah iyeumah leuwih parah kadieuna, kadieu tepi iyeumah (wah ini mah lebih parah ke sininya, ini kayaknya sampai tanahnya ke sini)," ujar perekam video.

Bahkan suara gemuruh turut terdengar, seiring besarnya tanah yang runtuh dan menerjang pepohonan di area sekitar bukit sekitar pukul 16.30 WIB itu.

4 dari 4 halaman

Diduga Akibat Tingginya Curah Hujan

Melansir dari Instagram @infojawabarat, diduga tingginya curah hujan yang turun Sabtu siang, sejak pukul 13.20 sampai dengan pukul 16.00 WIB menjadi pemicu peristiwa longsor besar tersebut. Akibatnya lumpur bergeser ke bawah, dengan luas sekitar 80 meter.

Warga di sekitar lokasi longsor langsung diarahkan untuk mengungsi, lantaran khawatir terjadi longsor susulan.

"Yang terdampak di sini adalah rumah warga yang berada di pinggir sungai, sangat dikhawatirkan terjadi longsor susulan. Di sini juga tidak ada rumah yang tertimbun, dan hanya lahan persawahan," kata Danru Pusdalops BPBD Sumedang, Wawan Hendra Gunawan. 

 

(mdk/nrd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami