Sensasi Ekstrem Berburu Madu Apis Dorsata, Lebah Madu Terbesar di Dunia

Sensasi Ekstrem Berburu Madu Apis Dorsata, Lebah Madu Terbesar di Dunia
Berburu Madu Liar Hutan Cisalak ©2021 Merdeka.com/Fakhri Fadlurrohman
JABAR | 13 September 2021 16:30 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Sudah banyak orang tahu dan percaya bahwa madu punya ribuan manfaat bagi kesehatan. Berbagai jenis madu dihasilkan dari puluhan jenis lebah madu yang punya ciri khasnya masing-masing. Mulai dari rasa, kekentalan, hingga aromanya beragam. Bahkan perbedaannya dipengaruhi asal madu tersebut didapatkan. Apakah dari penangkaran, atau dari belantara hutan liar.

Beginilah kegiatan Koswara, seorang pemburu madu liar di hutan Cisalak. Ia sedang memburu madu yang punya cita rasa yang khas. Tidak lain ialah Apis dorsata, jenis lebah madu khas Indonesia. Uniknya, Apis dorsata digadang sebagai lebah madu terbesar di dunia. Madu Apis dorsata diyakini sebagai madu paling sehat, bebas pestisida dan polusi. Harga yang setimpal mengingat butuh perjuangan ekstra untuk mendapatkannya.

Untuk mendapatkannya, Koswara dan rekannya harus menembus lebatnya hutan Cisalak, Subang, Jawa Barat. Lebatnya hutan Cisalak yang alami menjadi habitat terbaik kawanan lebah Apis dorsata untuk mengisap bunga.

berburu madu liar hutan cisalak

©2021 Merdeka.com/Fakhri Fadlurrohman

Di balik rimbunnya pepohonan inilah lebah madu Apis dorsata membuat sarang. Diameter sarangnya bahkan mampu mencapai 2 meter. Sedangkan panjangnya sekitar 1 meter. Di belantara hutan Cisalak inilah Apis Dorsata dengan bebasnya mencari nektar dari beragam bunga.

Tak ada ketinggian pasti Apis dorsata membuat sarang. Namun jenis lebah ini biasa dijumpai bersarang di pohon yang tingginya mencapai 30 meter. Ada juga para pencari madu hutan yang mendapatinya di pohon rendah, bahkan ada sarang yang posisinya hampir menyentuh tanah.

Keunikan lain dari Apis dorsata ialah, rumah sarang mereka hanya terdiri dari satu sisir sarang madu (honeycomb). Berbeda dari lebah madu pada umumnya yang punya 2 sisir atau lebih sarang madu.


berburu madu liar hutan cisalak

©2021 Merdeka.com/Fakhri Fadlurrohman

Koswara punya teknik andalan untuk mengusir lebah madu dari sarangnya. Menggunakan lidi daun kelapa kering yang dibalut dengan daun pakis, mereka menyebutnya tepus. Asap dari pembakaran tepus mampu mengusir lebah yang berusaha menyerang. Apabila tidak waspada, lebah akan menyerang dengan ekornya yang beracun dan tajam.

Jika beruntung, mereka mampu mendapatkan 3 kilogram madu yang dihasilkan dari saru sarang Apis dorsata. Tidak serta merta mengambil seluruh sarang lebah, Koswara biasanya menyisakannya agar nantinya dapat dibangun lagi oleh koloni lebah.

berburu madu liar hutan cisalak

©2021 Merdeka.com/Fakhri Fadlurrohman

Cita rasa madu Apis dorsata begitu unik, berbeda daripada lebah madu lainnya. Madu Apis dorsata cenderung terasa manis, asam dan sedikit pahit. Pasalnya, lebah madu ini menghisap nektar dari berbagai jenis tumbuhan di hutan atau multiflora. Mulai dari pohon besar, hingga semak-semak yang punya cita rasa nektar yang bermacam-macam. Berbeda dari lingkungan penangkaran yang biasanya didominasi oleh tumbuhan taman.

Hingga saat ini Apis dorsata menjadi jenis lebah yang sangat sulit untuk ditangkarkan secara tertutup. Selain di pohon, Apis dorsata hidup di langit-langit terbuka hingga bebatuan di tebing jurang. Bahkan, saking besarnya satu koloni Apis dorsata mampu membuat sarang yang menampung 20 kilogram madu murni.

berburu madu liar hutan cisalak

©2021 Merdeka.com/Fakhri Fadlurrohman

Paling tidak, Koswara harus menjejaki belantara hutan Cisalak. Untuk mencapainya, ia dan rekannya harus menempuh 1.5 jam perjalanan, akses jalan setapak yang dapat dilewati kendaraan roda dua. Selebihnya, mereka harus berjalan kaki untuk mencapai pohon tempat di mana lebah bersarang.

Tak ayal jika madu Apis dorsata harga jualnya cenderung lebih tinggi dari madu penangkaran. Keistimewaan rasa, manfaat dan keunikannya membuat jenis madu ini digandrungi banyak orang.

(mdk/Ibr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami