Siswa di Kota Bogor Belum Diizinkan Lepas Masker di Sekolah, Begini Penjelasan Disdik

Siswa di Kota Bogor Belum Diizinkan Lepas Masker di Sekolah, Begini Penjelasan Disdik
Ilustrasi masker kain. ©Pexels/August de Richelieu
JABAR | 19 Mei 2022 13:23 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Para siswa di Kota Bogor, Jawa Barat, masih diharuskan mengenakan masker usai pemerintah pusat mengumumkan pelonggaran di ruang terbuka. Berdasarkan keterangan dari dinas pendidikan setempat, masker diberlakukan saat berada di lingkungan sekolah.

"Tetap pakai masker. Mengikuti kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah, masker tetap dipakai di ruang terbuka dalam kondisi ramai," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi, Rabu (18/5), melansir dari ANTARA.

2 dari 4 halaman

Mengendalikan Penyebaran Covid-19 di Sekolah

ilustrasi masker kain

©Pixabay

Dijelaskan Hanafi, Disdik menilai bahwa sekolah merupakan tempat yang memiliki dua buah ruang yakni tertutup di dalam kelas kemudian terbuka di luar kelas. Namun menampung para siswa hingga ratusan sehingga tergolong selalu ramai.

"Kami hati-hati agar penyebaran Covid-19 terkendali dan penyakit baru lain tidak sampai menyerang anak-anak di sekolah," katanya.

Terlebih, kata dia, pelajar mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA) masih riskan untuk bisa disiplin kapan harus menggunakan masker atau melepas masker di tengah kerumunan ketika sudah berkumpul dengan teman-temannya.

3 dari 4 halaman

Mengantisipasi Kasus Hepatitis Akut

Kemudian cara itu juga sebagai langkah antisipasi, di tengah isu hepatitis akut yang menyerang anak-anak 1-16 tahun di Indonesia. Meskipun hingga saat ini tidak ditemukan di Kota Bogor.

Selain itu, penyebaran Pandemi Covid-19 setelah Lebaran 2022 masih terus dipantau dan status Kota Bogor masih PPKM level 2.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor sebelumnya juga menjelaskan bahwa penularan penyakit hepatitis akut bisa melalui saluran pernapasan dan pencernaan. Sehingga upaya pemberlakuan wajib masker masih perlu ditaati oleh para siswa dan murid sekolah di wilayah Kota Bogor saat berada di sekolah.

4 dari 4 halaman

Tatap Muka Masih 50 Persen

Pengumuman pelonggaran masker yang disampaikan Presiden Jokowi hanya berlaku di luar ruangan dan bukan di tempat tertutup maupun transportasi massal.

Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, boleh tidak menggunakan masker. Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, Presiden Jokowi tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas.

Oleh karena itu, masyarakat diajak tetap melaksanakan protokol kesehatan yakni memakai masker dan menjaga kesehatan lingkungan. Bagi warga dan anak-anak usia 1-16 tahun juga rutin mencuci tangan dengan sabun, juga memperhatikan keadaan makanan (harus matang dan bersih).

Hanafi juga meminta agar para siswa tidak bergantian memakai alat makan dengan orang lain, termasuk menghindari kontak dengan orang sakit dan menjaga kebersihan di rumah dan lingkungan.

Agar terhindar dari penularan melalui saluran pernapasan, kurangi mobilitas, gunakan masker jika bepergian, jaga jarak dengan orang lain dan hindari keramaian atau kerumunan.

Dengan pertimbangan itu, lanjut Hanafi, Disdik masih akan menjalankan protokol kesehatan menggunakan masker bagi siswa selama di sekolah dan menerapkan kapasitas pembelajaran tatap muka hanya 50 persen hingga sebelum tahun ajaran baru, meskipun menurut indikator vaksinasi dan lain-lain sudah boleh 100 persen.

Baca juga:
Boleh Buka Masker di Luar Ruangan, Istana Ingatkan Masyarakat Tetap Disiplin Prokes
Pemerintah Longgarkan Aturan Pakai Masker, Bertemu Jokowi Tetap Wajib PCR-Antigen
Boleh Copot Masker di Ruang Terbuka, Wali Kota Madiun Beberkan Dampak Ekonominya
Ridwan Kamil: Pelepasan Masker di Ruang Terbuka Sebagai Tahapan Endemi
Penjelasan Satgas soal PPKM Tetap Diberlakukan di Tengah Pelonggaran Aturan Covid-19
Cara Mencegah Terkena Hepatitis Akut di Tengah Pelonggaran Aturan Masker

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami