Sosiopat adalah Gangguan Kepribadian Antisosial, Kenali Gejalanya

Sosiopat adalah Gangguan Kepribadian Antisosial, Kenali Gejalanya
ilustrasi sedih. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/luxorphoto
JABAR | 4 Agustus 2022 21:30 Reporter : Novi Fuji Astuti

Merdeka.com - Beberapa tahun belakangan ini kesehatan mental menjadi isu penting yang dibicarakan oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran orang mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental semakin bertambah. Kesehatan jiwa akan sangat berdampak pada kesehatan fisik.

Jika kondisi mental kita terganggu, sedikit demi sedikit hal itu akan berpengaruh pada kesehatan fisikmu. Jika kamu merasa stres dan tertekan kamu harus segera mengidentifikasi diri apakah ini stres yang biasa saja atau stres yang merupakan tanda mengalami gangguan mental.

Salah satu yang tak banyak diketahui mengenai kesehatan mental adalah hal-hal yang berkaitan dengan sosiopat. Masih banyak orang yang salah mengartikan sosiopat sehingga mengambil keputusan lebih mudah dan mudah pula dalam menghakimi penderitanya. Agar kamu dapat menjadi orang yang lebih simpatik kepada orang lain terutama kepada mereka yang mengalami gangguan mental atau kepribadian, kamu perlu tahu lebih dahulu mengenai pengertian daripada gangguan kepribadian yang dirasakan.

Agar mendapatkan jawaban yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, kamu perlu berkonsultasi dengan psikolog terkait masalah kesehatan mental yang sedang kamu hadapi. Berikut ini lebih jauh informasi mengenai sosiopat adalah gangguan kepribadian antisosial. kenali gejalanya sejak dini telah dirangkum merdeka.com melalui media.neliti.com dan berbagai sumber lainnya pada Kamis, (04/08/2022).

2 dari 3 halaman

Sosiopat adalah

Sosiopat adalah gangguan kepribadian antisosial. Pada mulanya gangguan ini menunjukkan kelompok perilaku kriminal yang terjadi. Sosiopat ditentukan oleh karakter pribadi dan perilaku sosial yang menyimpang. Namun, kebanyakan kriminal bukanlah sosiopat atau psikopat akan tetapi banyak individu yang bekerja di "bawah bayangan hukum" tetap bebas sebagai sosiopat atau psikopat.

Sosiopat adalah mereka yang hanya peduli terhadap keinginan dan kebutuhan diri sendiri, sangat selfishness dan egosentris. Terbanyak pada pria, meningkat juga pada wanita. Mereka memiliki temperamen normal, beberapa bersikap agresif, tidak punya rasa takut, yang lain dikenal sebagai manipulator.

Salah satu faktor risiko terburuk bagi perilaku antisosial adalah callous-unemotional (CU) traits, digambarkan sebagai kurangnya empati, kurangnya perasaan bersalah, miskinnya ekspresi emosi.

3 dari 3 halaman

Gejala Sosiopat


Setelah mengetahui apa itu sosiopat, selanjutnya penting bagi kita semua tahu mengenai apa saja gejala yang muncul saat seseorang mengalami gangguan kepribadian antisosial atau sosiopat.

Berikut ini merupakan gejala yang harus diwaspadai yaitu :

  1. Sering melakukan hal-hal kriminal tanpa merasa bersalah
  2. Melanggar hak orang lain melalui kebebasan tanpa batas, intimidasi, dan ketidakjujuran.
  3. Mudah bermusuhan, cepat marah, agitasi, agresif, dan kekerasan.
  4. Kurang memiliki rasa empati kepada orang lain.
  5. Sembrono dalam mengambil resiko. Tidak dipikirkan matang-matang sebelum bertindak.
  6. Terjalinnya hubungan yang buruk atau cenderung kasar.
  7. Kegagalan dalam mempertimbangkan konsekuensi negatif dari sikap dan tutur katanya.
  8. Tidak bertanggung jawab. Berulang kali melakukan kesalahan untuk hal-hal yang telah dipercayakan kepadanya, misalnya pekerjaan dan keuangan.
  9. Tidak peduli mana kebenaran dan mana kesalahan. Mereka cenderung menerobos nilai-nilai moral.
  10. Berbohong terus-menerus.
  11. Tidak berperasaan dan tidak menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain.
  12. Menggunakan pesona yang menawan atau kecerdasan untuk memikat orang-orang sekitar demi keuntungan dan kesenangan pribadi.
  13. Arogan, superior (merasa lebih di atas yang lain), dan kokoh dalam berpendapat (cenderung memaksakan pendapat) adalah bagian-bagian yang tidak terpisahkan dalam diri antisosial.

(mdk/nof)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini