Tak Akan Menular ke Manusia, Ini Kata Ahli IPB Soal Harimau Ragunan Positif Covid-19

Tak Akan Menular ke Manusia, Ini Kata Ahli IPB Soal Harimau Ragunan Positif Covid-19
Gubernur Anies Baswedan Jenguk Harimau Positif Covid-19 di Ragunan. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
JABAR | 3 Agustus 2021 11:44 Reporter : Nurul Diva Kautsar

Merdeka.com - Kepala Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Institut Pertanian Bogor, Huda Shalahudin Darusman turut memberikan tanggapan soal temuan dua harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan yang terpapar Covid-19.

Huda mengaku mengetahui kabar tersebut usai pihak pengelola Ragunan mengirimkan sampel hasil tes swab PCR dua harimau ini kepada pihak Laboratorium PSSB IPB University pada 15 Juli 2021 lalu.

"Setelah dilakukan uji laboratorium, hasinya positif Covid-19," kata pria yang juga Dosen Farmakologi dan Toksikologi di Fakultas Kedokteran Hewan IPB tersebut saat wawancara virtual di Bogor Senin (2/8) seperti dilansir dari ANTARA.

2 dari 4 halaman

Belum Ada Riwayat Kasus Penularan dari Hewan ke Manusia

Menurut Huda, meski kedua harimau tersebut dinyatakan positif Covid-19, masyarakat serta petugas di lokasi tak perlu khawatir. 

"Temuan hewan terpapar Covid-19 di Ragunan ini bukan yang pertama kali terjadi di dunia, tapi tidak ada manusia yang tertular dari hewan," katanya.

Huda mengatakan jika selama ini belum pernah ditemukan data terkait riwayat kasus penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. 

"Hewan bisa tertular Covid-19, tapi apakah terinfeksi atau hanya cemaran saja, sampai saat ini belum dapat dipastikan. Apalagi, kalau hewan sakit dapat menularkan ke manusia belum ada datanya, sehingga bisa disebut tidak ada," terangnya.

3 dari 4 halaman

Gejala yang Dialami Harimau

Sebelumnya diketahui kedua harimau sumatra bernama Tino (9 tahun) dan Hari (12 tahun) tersebut sempat mengalami sejumlah gejala Covid-19.

Tino mengalami sesak napas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan nafsu makan menurun pada 9 Juli 2021. Kemudian dua hari berikutnya, gejala serupa juga dirasakan oleh Hari.

Usai keduanya memperlihatkan gejala, pihak pengelola Ragunan langsung melakukan swab tes kepada Tino dan Hari pada 14 Juli 2021

"Kemudian sampelnya dikirim ke laboratorium PSSP IPB Bogor. Hasilnya keluar pada 15 Juli, yang menyatakan kedua satwa tersebut terpapar Covid-19," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, melalui pernyataan tertulisnya, Minggu (1/8).

4 dari 4 halaman

Diisolasi dengan Perawatan Khusus

gubernur anies baswedan jenguk harimau positif covid 19 di ragunan
©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jika saat ini kondisi Tino dan Hari sudah mulai membaik. Namun keduanya masih harus ditangani secara ketat oleh petugas Taman Margasatwa Ragunan.

Selama pemberlakuan penutupan tempat wisata di masa PPKM level 4, Anies memastikan jika Tino dan Hari juga akan diistirahatkan untuk sementara waktu untuk memulihkan kondisi keduanya.

"Tentu perawatan satwa terkena Covid-19 ini tidak sama dengan manusia. Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan,” ujar dia.

 

(mdk/nrd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami