Tata Cara Sholat Gerhana, Anjuran Sunnah di Tengah Fenomena Alam

Tata Cara Sholat Gerhana, Anjuran Sunnah di Tengah Fenomena Alam
JABAR | 12 Mei 2020 10:30 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Meskipun sudah terjadi beberapa kali, fenomena gerhana tetap menjadi tontonan yang menarik bagi sebagian besar orang. Fenomena gerhana ini adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Gerhana yang sering kita lihat adalah gerhana matahari dan gerhana bulan.

Bagi umat Islam, ketika mereka mengetahui akan terjadi gerhana, maka dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf, baik itu gerhana matahari atau pun gerhana bulan. Jangan sampai menyangkutpautkan fenomena gerhana ini dengan mitos-mitos yang tidak masuk akal. Karena fenomena ini adalah murni dari kekuasaan Allah SWT.

“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya,” (QS Fushilat: 37).

Anjuran untuk melakukan sholat sunnah kusuf juga diterangkan dalam hadist berikut,

“Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan shalatlah kalian,” (HR. Bukhari-Muslim).

Sholat sunnah kusuf ini hukumnya sunnah ma’akkad. Tata cara sholat gerhana juga tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya yang lebih lama. Bagi anda yang ingin mengamalkannya, berikut ini kami sajikan tata cara sholat gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari.

1 dari 3 halaman

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

ilustrasi sholat

©2020 Merdeka.com

Waktu sholat gerhana bulan dimulai sejak awak terjadinya gerhana bulan sampai gerhana tersebut berakhir. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,

“Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah sampai kembali terang.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Niat

Niat untuk imam gerhana bulan:
Usholli sunnatal khusuufi rokataini imaaman lillahi ta'alaa
Artinya: "Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah ta'ala."

Niat makmum sholat gerhana bulan;
Usholli sunnatal khusuufi rok'ataini ma'muuman lillahi ta'aalaa
Artinya: "Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Niat sholat gerhana bulan sendirian;
Usholli sunnatal khusuufi rok'ataini lillahi ta'alaa
Artinya: "Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2 dari 3 halaman

Tata Cara Sholat Gerhana

  • Setelah membaca niat dilanjutkan dengan takbiratul Ihram dan membaca do’a iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan untuk membaca surat yang panjang.
  • Ruku'. Ketika melakukan ruku’, dianjurkan untuk melakukannya dalam waktu yang lama
  • Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunnahkan membaca surat yang lebih pendek daripada sebelumnya.
  • Ruku' lagi. Disunnahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama.
  • I'tidal.
  • Sujud.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua
  • Berdiri lagi untuk melaksanakan rakaat kedua, dan dilakukan sama seperti yang dilakukan di rakaat pertama
  • Duduk Tahiyah akhir.
  • Salam.

Dalam keterangan yang terdapat dalam kitab-kitab fikih madzhab Syafi’i, pada ruku’ pertama membaca tasbih kira-kira lamanya sama dengan membaca seratus ayat surat Al-Baqarah, sedang ruku’ kedua kira-kira delapan puluh ayat.

Kemudian dalam rakaat kedua, untuk ruku’ pertama membaca tasbih lamanya kira-kira sama dengan membaca tujuh puluh ayat surat Al-Baqarah, dan ruku’ keduanya kira-kira lamanya sama dengan membaca lima puluh ayat.

Setelah Salam, imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.

Namun, jika melakukan sholat sunnah kusuf sendiri, tidak perlu ada khutbah. Begitu salam selesai diucapkan, disunnahkan pula untuk kamu berdoa. Berdoa di waktu setelah sholat gerhana bulan adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa.

3 dari 3 halaman

Tata Cara Sholat Gerhana Matahari

Sebenarnya tata cara sholat gerhana matahari sama dengan tata cara sholat gerhana bulan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim pada hadist sebelumnya.

Ibnu Mundzir juga berkata,
”Shalat gerhana bulan dilakukan sama sebagaimana shalat gerhana matahari.” (Ibnu Mundzir, Al-Iqna’, 1/124-125)

Yang membedakan antara tata cara sholat gerhana bulan dan matahari ada pada niatnya. Niat untuk sholat gerhana matahari adalah sebagai berikut:

Niat Shalat Gerhana Matahari (Kusuf)
Usholli sunnatan likusuufis syamsi rok'taini lillahi taa'ala
Artinya : "Aku niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah ta'ala"

Untuk gerakan dan bacaan sholat sama dengan ketika melaksanaan sholat gerhana bulan.

Karena peristiwa gerhana bukanlah peristiwa yang terjadwal dengan pasti, pelaksanaan sholat gerhana ini jadi jarang dilakukan. Maka dari itu jika fenomena ini muncul, perlu adanya koordinasi jika sholat sunnah kusuf ingin dilakukan secara berjemaah agar tidak menimbulkan kebingungan dan kegaduhan saat berjemaah.

(mdk/ank)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami