Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah, Lengkap dengan Niatnya

Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah, Lengkap dengan Niatnya
JABAR | 22 Mei 2020 18:08 Reporter : Ayu Isti Prabandari

Merdeka.com - Ramadan akan usai. Hal ini berarti umat muslim di seluruh penjuru dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Beragam tradisi akan dilakukan saat Idul Fitri. Salah satunya adalah pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri yang hanya dilakukan satu tahun sekali.

Ibadah sholat Idul Fitri biasanya dilakukan secara berjemaah dalam jumlah jemaah yang banyak. Di Indonesia, pelaksanaan sholat Idul Fitri umumnya di gelar di lapangan luas yang terbuka maupun di bangunan masjid yang banyak menampung jemaah.

Namun seperti diketahui, perayaan Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana saat ini masyarakat masih harus mematuhi protokol untuk tinggal di rumah selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Pemerintah Indonesia telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar sholat Idul Fitri dilakukan di rumah. Baik ditunaikan secara berjemaah satu keluarga maupun dilaksanakan secara mandiri.

Untuk mempersiapkannya, Anda tentu perlu mengetahui dan memahami bagaimana tata cara sholat Idul Fitri di rumah dengan benar.

1 dari 4 halaman

Hukum Sholat Idul Fitri

salat idul fitri di sejumlah negara

©AFP/ ilustrasi

Sebelum masuk pada penjelasan tata cara sholat Idul Fitri di rumah, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu bagaimana hukum pelaksanaan sholat Idul Fitri sendiri. Seperti diketahui, terdapat pendapat yang berbeda-beda dari berbagai ulama.

Namun berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, hukum sholat Idul Fitri dapat dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

1. Sunah Muakad

Pendapat sebagian besar ulama mengatakan bahwa hukum dari pelaksanaan sholat Idul Fitri adalah sunah muakad. Artinya pelaksanaan sholat Idul Fitri sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam.

Sebab, sholat Idul Fitri hanya dilaksanakan setahun sekali, dan merupakan bagian dari rangkaian ibadah Ramadan.

2 dari 4 halaman

2. Fardhu Kifayah

Pendapat lain datang dari mahzab Imam Hambali, yang mengatakan bahwa sholat Idul Fitri mempunyai hukum fardhu kifayah. Artinya, sholat Idul Fitri ini bersifat wajib bagi umat muslim secara keseluruhan.

Dengan begitu, hukumnya adalah pada satu kesatuan umat Islam. Jika sebagian besar umat Islam sudah melaksanakannya, maka hal itu sudah dinilai cukup.

3. Fardhu ‘Ain

Hukum sholat Idul Fitri yang ketiga adalah fardhu ‘aid. Hukum ini berasal dari pendapat dari mahzab Imam hanafi, yang menyebutkan bahwa sholat Idul Fitri adalah ibadah wajib bagi seluruh umat muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Dengan begitu, ibadah ini tidak boleh ditinggalkan. Jika ditinggalkan maka yang bersangkutan akan berdosa.

3 dari 4 halaman

Niat Sholat Idul Fitri

ilustrasi salat di rumah

©2020 Merdeka.com/umroh.com

Sebelum dibahas mengenai tata cara sholat Idul Fitri di rumah, berikut niat dan bacaan yang bisa dilafalkan bagi yang akan menunaikan sholat Id.

Sholat Id sendiri dimulai tanpa awalan adzan maupun iqamah, cukup dengan seruan "ash-shalaatul jami'ah". Ketika itu jamaah mulai berdiri untuk melaksanakan sholat Id, yaitu dengan membaca niat terlebih dahulu. Berikut niat sholat Idul Fitri yang bisa dilafalkan.

Niat sholat Idul Fitri untuk imam atau makmum :

"Usholli rakataini sunnatan liidil fitri (imaman/ mamumam) lillahi taala."

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah taala."

Niat sholat Idul Fitri jika dilakukan sendiri :

Ushalli sunnatan 'iidil fithri rok'ataini lillaahi ta'aalaa

Artinya: Aku sengaja niat salat sunah Idul Fitri karena Allah SWT.

4 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri

ilustrasi salat

©Shutterstock/ ilustrasi

Berikut adalah beberapa tata cara sholat Idul Fitri di rumah yang bisa Anda lakukan, baik berjemaah maupun sendiri : 

Sebelum sholat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih

  1. Sholat dimulai dengan menyerukan "ash-shalâta jâmi'ah", tanpa azan dan iqamah
  2. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri
  3. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan.
  4. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illahu allahu akbar, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  5. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
  6. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca: subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illahu allahu akbar, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  7. Ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.
  8. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khotbah Idul Fitri.

(mdk/alz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami