18 orang tewas, Kapolda bantu Ahok tuntut pengelola metromini

18 orang tewas, Kapolda bantu Ahok tuntut pengelola metromini
JAKARTA | 7 Desember 2015 13:13 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Meski sopir Metromini yang menabrak KRL CommuterLine meninggal dunia, kasus ini tak lantas berakhir begitu saja. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melayangkan gugatan hukum kepada pengelola Metromini 80 jurusan Kalideres-Grogol yang mengakibatkan 18 penumpang tewas.

"Langkahnya nanti adalah Pak Gubernur (Basuki Tjahaja Purnama) nanti didukung oleh kami akan bekerja sama dengan keluarga korban melakukan gugatan hukum kepada pengelola metromini itu. Tadi kami berdiskusi supaya jangan sampai berhenti kepada sopir, tetapi juga kepada penanggung jawabnya," Kata Tito di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Dia menjelaskan, gugatan itu merupakan gugatan perdata meminta ganti rugi dan denda sesuai hukum yang berlaku. "Siapa yang merekrut, siapa pemilik mobilnya, kalau nanti perusahaan, semua akan digugat oleh Pak Gubernur. Nanti kita akan dukung," tuturnya.

Tito berharap dari tuntutan itu diutamakan ganti rugi keluarga korban kecelakaan. "Dan Rabu nanti kita akan undang semua pihak yang terlibat, termasuk PT KAI yang mengoperasikan KRL Commuterline," tutupnya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami