22 Kilogram Organ Hewan Kurban Ditemukan Sudin KPKP Jakpus Mengandung Cacing Hati

22 Kilogram Organ Hewan Kurban Ditemukan Sudin KPKP Jakpus Mengandung Cacing Hati
Daging Kurban Mengandung Cacing Pita. Antara
JAKARTA | 21 Juli 2021 22:04 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat melakukan pemusnahan 22 kilogram organ hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Puluhan kilogram organ hati dari hewan kurban tersebut berasal dari penyembelihan pada Hari Raya Iduladha, Selasa (20/7).

"Puluhan kilogram organ hewan kurban yang dimusnahkan itu mengandung cacing hati," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) KPKP Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/7).

Penyakit cacing hati pada ternak bisa menular kepada manusia jika dikonsumsi. Karena itu, organ hati sapi tersebut dimusnahkan oleh tim pemeriksa hewan kurban Sudin KPKP Jakarta Pusat (Jakpus) dengan menggunakan cairan kimia, kemudian dikubur.

"Pemusnahan dilakukan guna memberikan rasa aman bagi warga Jakarta Pusat yang mengonsumsi daging hewan kurban. Pemeriksaan hingga hari ini masih berjalan," kata Penty.

Sejauh ini, tim pemeriksa hewan kurban dari Sudin KPKP Jakarta Pusat telah melakukan pemeriksaan dan pengawasan di 80 lokasi pemotongan yang tersebar di delapan kecamatan Jakarta Pusat.

Total hewan kurban yang telah diperiksa dengan hasil layak disembelih sebanyak 1.552 ekor terdiri dari 364 Sapi 364, dua kerbau, 1.119 kambing dan 57 domba. (mdk/gil)

Baca juga:
5 Potret Putra Siregar Pecahkan Rekor MURI, Sembelih Hewan Kurban di 1.100 Masjid
Memaknai Iduladha dengan Meningkatkan Kepedulian Sesama di Tengah Pandemi Covid
Nasib Jagal Hewan Kurban, Ditendang Sapi Ngamuk Sampai Mental Jauh
Sandiaga Sebar 1.000 Hewan Kurban di 17 Provinsi, Ajak Warga Saling Jaga Saat Pandemi
Kejagung Salurkan 18 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat dan Pegawai
Jokowi Kurban Sapi Limousine dan Jawa di Solo Seharga Rp125.500.000

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami