3.000 Karyawan Holywings Bisa Ikut Pelatihan Kerja, Begini Caranya

3.000 Karyawan Holywings Bisa Ikut Pelatihan Kerja, Begini Caranya
Pemprov DKI tutup Holywings. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
JAKARTA | 21 Juli 2022 14:09 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kesempatan kepada 3.000 karyawan Holywings yang kehilangan pekerjaan untuk ikut program pelatihan kerja.

"Kita pasti sangat terbuka untuk mereka. Selama mereka mempunyai KTP DKI ya pasti kita layani," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta, Andry Yansyah di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (21/7).

Dia menyatakan sudah menyediakan 29 cabang pelatihan pekerjaan untuk warga yang mau menjadi tenaga profesional dan pengusaha.

"Kita siapkan 29 pelatihan. Ada salon, ada memasak, ada makanan kekinian, ada barista," ujarnya.

Ke-29 cabang keahlian itu digelar di setiap Suku Dinas Nakertransgi dan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). Warga yang mau mendaftar pun bisa langsung mendatangi pihak sudin yang ada di setiap kecamatan dan kelurahan di masing-masing wilayah.

Pekerja juga bisa memilih cabang pelatihan pekerjaan tersebut melalui beberapa saluran informasi, salah satunya melalui website Jaknaker.id.

2 dari 2 halaman

Walau sudah membuka kesempatan tersebut, Andry Yansyah mengaku belum menerima aduan terkait keberlangsungan mantan karyawan Holywings tersebut.

"Sampai dengan saat ini belum ada pengaduan baik yang dilaporkan oleh direksi maupun pekerjanya," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Sebelumnya, pada Selasa (28/6) Satpol PP DKI Jakarta menutup 12 gerai Holywings serentak di Jakarta dengan dasar pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Penutupan itu atas permintaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI atas rekomendasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI dan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM DKI.

Dari hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen dan pemantauan lapangan, petugas gabungan DKI Jakarta menemukan Holywings belum mengantongi sertifikat standar jenis usaha bar yang telah terverifikasi.

Selain itu, petugas menemukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perizinan yang dimiliki karena menampilkan kegiatan hiburan seperti konser musik, penampilan disc jockey baik dalam dan luar negeri yang diiringi disko.

Tak hanya soal itu, Holywings hanya mengantongi Surat Keterangan Pengecer (SKP) minuman beralkohol.

Apabila hanya mengantongi SKP, maka penjualannya hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat.

Sedangkan, Holywings menyediakan minum di tempat yang secara legalitas seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C.

Tim menemukan tujuh gerai memiliki SKP, dan ada lima gerai lainnya tidak memiliki surat tersebut.

Baca juga:
Menteri Bahlil Beberkan Kesalahan Holywings, Izin Belum Ada Hingga Promo Berlebihan
Wagub DKI sebut BKPM akan Sidak Telusuri Izin Pendirian Usaha Holywings
Menteri Investasi/Kepala BPKM Periksa Holywings Terkait Pelanggaran Izin Usaha
Seorang Guru di Depok Dinonaktifkan Sementara karena Perkara Cuitan
Penjelasan Polisi soal Rumah Guru SD Digeruduk Ibu-Ibu Buntut Holywings-Rizieq Shihab
Holywings Resmi Digugat Rp36,5 Triliun Buntut Promo Alkohol Nama Muhammad dan Maria
Gubernur Edy Rahmayadi: Holywings di Medan Tak Kantongi Izin Usaha, Harus Tutup

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini