488 Puskesmas di Jakarta Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

488 Puskesmas di Jakarta Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19
JAKARTA | 14 Januari 2021 16:48 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan 488 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) telah teregistrasi sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Dari jumlah tersebut, sudah melaksanakan vaksinasi hari ini.

"Yang saat ini sudah teregister secara sistem 488. Mulainya kapan? Tergantung faskes masing-masing sesuai dengan yang teregister di tempatnya masing-masing. Contoh hari ini tadi sebagian puskesmas sudah mulai, RSCM sudah mulai, RSUD Cengkareng sudah mulai, silakan. Kita berikan kebebasan sesuai aturan yang berlaku," ujar Widya di Balai Kota, Kamis (14/1).

Sementara itu, Widya menyebutkan DKI telah menerima 120.040 dosis vaksin Sinovac. Vaksin-vaksin itu kemudian didistribusikan ke Puskesmas di 5 kota administrasi. Nantinya, kata Widya, rumah sakit yang akan melaksanakan vaksin akan mengambil jatah masing-masing di Puskesmas dengan kecamatan yang sama.

Selain itu, kesiapan Pemprov melaksanakan vaksinasi Covid-19 ditunjukkan dengan menyiapkan 21 rumah sakit rujukan sebagai langkah antisipasi efek samping dari vaksin.

"Kita siapkan 21 rumah sakit rujukan, perawatan sekiranya ada masalah di lapangan," ujar Widya.

Widya menjelaskan, sumber daya manusia di setiap fasilitas kesehatan DKI telah berpengalaman mengantisipasi kejadian peristiwa setelah vaksin. Untuk itu, ia memastikan regulasi yang telah dibuat mampu menangani potensi efek samping dari vaksinasi Covid-19 ini.

Ia kemudian memastikan lebih dari 1.400 vaksinator yang tersebar di DKI secara rutin menjalani pelatihan. Ia tidak menampik, latihan untuk menyuntikkan cairan vaksin kepada orang kali ini cukup intens, karena dalam skala sangat besar.

"Kita bersama Kemenkes berikan pembekalan kepada lebih 1.400 orang yang siap berikan layanan imunisasi," sebutnya.

Sementara itu jumlah masyarakat yang akan menerima vaksinasi Covid-19 di ibu kota mencapai 7,9 juta orang. Menurut Widya, data tersebut berdasarkan batas usia antara 18-59 tahun. Selain itu, jumlah tersebut vaksinasi terbanyak yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

"Ini merupakan sasaran vaksinasi terbanyak, karena kami pernah melakukan vaksinasi secara program massal gini paling banyak sekitar 2 juta," kata Widyastuti.

Dengan jumlah tersebut, dosis vaksin yang dibutuhkan yakni sekitar 15-16 juta. Menurut Widyastuti hal tersebut guna mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity. (mdk/bal)

Baca juga:
Menkes Budi Ingin Berikan Insentif ke Penerima Vaksin Covid-19
CEK FAKTA: Benarkah Sabun Antiseptik Mengandung Povidone Iodine Bisa Bunuh Covid-19?
Kadin Sebut Swasta Siap Berpartisipasi Program Vaksinasi Covid-19
Ajak Vaksinasi Covid-19, Gubernur DIY Pastikan Tak Ada Sanksi Bagi Penolak
Waskita Karya Berharap Vaksinasi Mampu Datangkan Investor di Tahun Ini

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami