813 Warga Jakarta Terjangkit DBD, Penderita Terbanyak di Kalideres

813 Warga Jakarta Terjangkit DBD, Penderita Terbanyak di Kalideres
Ilustrasi nyamuk. ©2012 Shutterstock/mrfiza
JAKARTA | 1 Februari 2019 22:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Awal tahun 2019 ini, sebanyak 813 warga Jakarta terdata menderitademam berdarah dengue (DBD). Hal itu terhitung meningkat sebanyak 151 orang dari data awal yakni 662 orang.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Widyastuti menyampaikan, penderita demam berdarah terbanyak ada di kecamatan Kalideres dengan 104 orang. Disusul Cengkareng dengan 60 orang dan Jagakarsa 51 orang.

"Penderita di Kecamatan Cipayung sebanyak 41 orang dan di Kebayoran Baru sebanyak 39 orang," tutur Widyastuti saat dihubungi, Jumat (1/2).

Widyastuti menyebut, pendataan wilayah rawan demam berdarah terus dilakukan dengan maksimal. Dia menilai upaya antisipasi dengan fogging dirasa belum cukup menangkal penyebaran penyakit tersebut.

"Iya (enggak efektif). Kita sampaikan warga fogging itu bukan untuk pencegahan," jelas dia.

Menurutnya, fogging yang dilakukan dengan intens dapat membuat nyamuk menjadi lebih kebal dengan asapnya. "Kayak obat kalau diminum tanpa indikasi yang kuat lama-lama nyamuk itu bandel," kata Widyastuti.

Untuk pencegahan demam berdarah, pihaknya berupaya menyebarluaskan informasi kepada masyarakat menggunakan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) hingga media sosial. Isinya terkait waspada penyakit demam berdarah berikut pengendaliannya yakni lewat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Peningkatan sistem kewaspadaan dini penyakit DBD melalui penguatan jejaring pelaporan kasus berbasis rumah sakit," terang Widyastuti.

Masyarakat juga diimbau turut menyebarluaskan informasi tersebut dan diminta aktif melakukan upaya pengendalian demam berdarah lewat 3 M. Yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang tempat nyamuk berkembang biak.

Tidak ketinggalan, pihaknya mengimbau warga rutin memeriksa jentik bersama Juru Pemantau Jentik (Jumantik) minimal seminggu sekali.

"Serta pemutusan mata rantai penularan dengan fogging fokus pada kasus DBD dengan hasil Penyelidikan Epidemiologi positif," Widyastuti menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber : Liputan6.com (mdk/ray)

Baca juga:
Satu Warga di Kupang Meninggal Akibat DBD
224 Kasus DBD Terjadi di Kota Bandung
Kamar Penuh, Pasien DBD Dirawat di Selasar RSU Tangsel
Wabah Demam Berdarah Dengue Muncul Karena Perilaku Masyarakat yang Acuh
Dinkes Jateng Tetapkan Lima Daerah Waspada DBD Usai 12 Warga Meninggal Dunia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami