8.722 Penghuni Lapas di Jakarta Terancam Kehilangan Hak Pilih

JAKARTA | 22 Maret 2019 05:02 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Sebanyak 8.722 warga binaan di lapas dan rutan di Jakarta terancam kehilangan hak pilih pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Alasannya karena mereka belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Komisioner KPU DKI Jakarta Partono mengatakan, berdasarkan perekaman e-KTP secara nasional pada 17 Januari 2019, ditemukan 11.028 penghuni lapas dan rutan Jakarta sudah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK).

Namun masih ada 2.227 di antaranya belum terdaftar di DPT. Sedangkan sebanyak 6.495 jiwa belum memiliki NIK dan NKK serta tidak terdaftar di DPT.

"Kami tidak bisa melakukan pelayanan. Kemungkinan mereka tidak bisa nyoblos" katanya seperti dilansir dari Antara, Kamis (21/3).

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada KPU RI agar seluruh penghuni lapas bisa memberikan suara. Namun hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

"Belum tahu, makanya kami tanya ke KPU RI bagaimana kami bisa memperlakukan data yang belum ada NIK dan belum terdaftar DPT," ujarnya.

Partono mengungkapkan, penambahan DPT termasuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) DKI Jakarta sudah tidak bisa dilakukan sehubungan rapat pleno penetapan tingkat kota terkait jumlah DPT dan DPTb di setiap KPU kota pada Rabu sore.

Selain itu, Partono juga mengungkapkan 8.801 penghuni lapas yang sudah terdaftar di DPT akan dihitung sebagai DPTb.

KPU DKI Jakarta akan menyiapkan 28 TPS berbasis DPTb yang tersebar di seluruh lapas dan rutan di Jakarta, diantaranya 10 TPS di Salemba, tujuh di rutan, tiga di lapas dan sisanya di daerah Cipinang dan Pondok Bambu.

Baca juga:
Sandiaga Pertanyakan Perkembangan 17 Juta DPT Bermasalah untuk Pemilu 2019
Selain Masuk DPT Pilpres, 2 WNA di Depok juga Pernah Terdaftar Pemilih di Pilgub
DPR dan Kemendagri Sepakat Tak Punya e-KTP Dilarang Memilih di Pemilu 2019
Gerindra Nilai Kisruh DPT Pemilu Bersumber dari Kemendagri
Seknas Prabowo Temukan Cuma 1 Pemilih di TPS, KPU Akui Ada Kesalahan

(mdk/fik)