Agus Pambagio: Menhub Mending Jadi Humas Taksi Online

JAKARTA | 12 Agustus 2019 18:49 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio heran dengan permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pasalnya Budi Karya meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kebebasan taksi online melaju di kawasan Ganjil Genap.

Agus menilai, tidak bisa menyamakan taksi online dengan transportasi umum berplat kuning. Untuk itu, dia menyarankan, Budi Karya menjadi Humas untuk taksi dan ojek online.

"Menhub mending jadi humas taksi online," katanya kepada merdeka.com, Senin (12/8).

Menurutnya, tidak bisa disamakan antara kendaraan berplat kuning dengan taksi online. Sehingga permintaan Menhub Budi Karya dinilai tidak tepat.

"Ngapain juga udah enggak mau pelat kuning masak minta dispensasi. Kalau pakai pengecualian enggak usah diatur aja. Kita hirup udara kotor dan macet bareng bareng," tutup Agus.

Sebelumnya, Budi Karya menjelaskan, hingga saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemprov DKI Jakarta masih melakukan komunikasi terkait penerapan aturan pembatasan kendaraan tersebut. Namun, dia mengakui, komunikasi tersebut tidak maksimal lantaran perluasan Ganjil Genap cepat direalisasikan.

"Pak Yani (Direktur Angkutan Jalan) sudah mulai melakukan komunikasi tapi belum maksimal karena memang proses itu cepat. Memang saat ini taksi online ini kan belum bertanda jadi dia tidak mendapat kekhususan," ujarnya.

Baca juga:
Dishub DKI Khawatir Permintaan Menhub Buat Warga Tak Beralih ke Transportasi Umum
Minta Taksi Online Bebas Ganjil Genap, Menhub Dinilai Tak Pro Transportasi Umum
Anies sebut Tanda Bebas Ganjil Genap Taksi Online sedang Dibahas
VIDEO: Sosialisasikan Perluasan Ganjil Genap, Dishub dan Polisi Sebar Flyer
Ganjil Genap Diperluas, Mobil Ekspedisi Diusulkan Pakai Pelat Kuning
Selain Jalur Reguler, 28 Gerbang Tol Ini Terkena Imbas Ganjil Genap
Keluhan Pengendara Kebingungan Cari Jalur Alternatif Perluasan Ganjil Genap

(mdk/fik)