Ahok klaim banjir di Jaksel dan Jaktim tak akan lebih dari sehari

JAKARTA | 27 Agustus 2016 21:19 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Hujan deras yang mengguyur ibu kota selama dua jam sejak sore tadi membuat sejumlah titik diterjang banjir. Kawasan Kemang, Petogogan, Kalisuren dan beberapa wilayah lain bahkan mencapai ketinggian di atas 50 sentimeter, arus lalu lintas pun terhambat.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku banjir kali ini disebabkan belum selesainya normalisasi sungai di Kali Grogol dan Kali Krukut. Apalagi, kawasan Jakarta Selatan dikenal sebagai daerah lembah, sehingga aliran air akan berkumpul di satu tempat.

"Seperti saya sampaikan. Kalau hujan, Jakarta Selatan pasti tergenang karena dia banyak sekali lembah-lembah, termasuk Kali Grogol belum selesai normalisasi, termasuk Kali Krukut," ujar Basuki di Usai meresmikan lapangan olahraga di Plaza Timur Monas, Jakarta, Sabtu (27/8).

Proses normalisasi tersebut masih terus berjalan, namun ada beberapa hambatan seperti berdirinya permukiman warga di beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS). Agar banjir tidak terjadi, dia meminta masyarakat untuk tidak menudingnya macam-macam.

"Makanya kalau saya mindahin orang buat normalisasi sungai, jangan marahi saya dong," sahutnya.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Ahok ini mengklaim banjir di Jakarta Selatan tak akan terjadi lebih dari sehari. Sedangkan, kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tidak akan mengalami banjir sama sekali.

"Makanya kamu lihat Pusat, Utara bebas. Kalau Selatan saya jamin tidak akan lebih dari sehari berhenti, hitungan jam selesai, makanya kita kerjain," lanjutnya.

Banjir di Kalisari, 9 warga dievakuasi dan 1 di antaranya anak-anak

Cipete Utara banjir 2 meter, diyakini akibat proyek Kemang Village

Banjir 1 meter rendam Kalisari, ibu hamil dan anak kecil terjebak

Hujan lebat, banjir, macet hingga pohon tumbang terjadi di Jakarta

Berkaca banjir di Pondok Labu, Kapolda persiapkan alat pencegah

(mdk/tyo)