Aktivitas Kebun Binatang Ragunan Setelah Tutup Sejak 14 Maret

Aktivitas Kebun Binatang Ragunan Setelah Tutup Sejak 14 Maret
JAKARTA | 3 April 2020 11:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup sejumlah lokasi wisata di ibu kota guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Termasuk Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan yang ditutup sejak 14 Maret lalu.

Setelah sekian minggu di tutup, Humas Kebun Raya Ragunan, Wahyudi mengatakan kondisi binatang di sana dalam keadaan baik.

"Kondisinya baik-baik semua hewannya," ucap Wahyudi kepada Liputan6.com, Jumat (3/4).

Dia menjelaskan, operasional Kebun Binatang Ragunan disubsidi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu tidak ada binatang yang terlantar kendati objek wisata itu telah tutup selama beberapa pekan.

"Kan Ragunan punya anggaran sendiri soal makanan. Sudah disubsidi oleh Pemprov DKI, jadi enggak ada masalah dengan itu (makanan)," katanya.

Wahyudi juga mengatakan, meskipun dalam kondisi tutup, binatang di sana tetap dirawat seperti biasa. Para pegawai pun tetap diperkenankan untuk masuk guna merawat dan menyediakan keperluan binatang di sana.

"Untuk pegawai ya tetap masuk, memberi makan satwa, membersihkan kandang seperti biasa. Namun mereka dijadwal ya, shiffting dua hari libur, dua hari masuk," jelasnya.

"Kalau mereka masuk pun tidak full sehari. Mereka hanya melaksanakan tugas perawatan satwa, kalau sudah selesai mereka pulang," imbuhnya.

Wahyudi menegaskan bahwa kendati begitu, tak ada bintang di sana yang terlantar, baik dari segi perawatan maupun asupan makanan.

Wahyudi menjelaskan, setiap hari pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di kandang binatang. Hal ini guna mencegah tertularnya penyakit kepada binatang-binatang di sana.

"Kalau (penyemprotan) di binatang sudah rutin itu. Sudah setiap hari dilakukan," tuturnya.

Buka Kapan?

Meskipun masa darurat Covid-19 di Jakarta hingga 19 April nanti, Wahyudi belum bisa memastikan kapan Kebun Binatang Ragunan kembali dibuka. Pasalnya yang menentukan hal itu bukanlah pihaknya, melainkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami tetap menunggu instruksi dari pusat ya, dari gubernur dalam hal ini," ucapnya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Dampak Corona, Pendaftaran Nikah di Sumatera Selatan Ditutup Sementara
Di Tengah Wabah Covid-19, Petani OKU Selatan Tetap Pergi ke Sawah
Dampak Corona, Ini 6 Sektor yang Paling Terpengaruh Jika Terjadi Lockdown
ADB Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 Turun di Angka 2,5 Persen
Cegah Penyebaran COVID-19, 4 Lapas di Sumut Ini Bebaskan Narapidana
Belanja ke Supermarket di Tengah Pandemi Corona, Gaya Cinta Laura Tuai Perhatian

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami