Analisa Menteri PUPR Soal Banjir Jakarta: Masalah Drainase

Analisa Menteri PUPR Soal Banjir Jakarta: Masalah Drainase
JAKARTA | 25 Februari 2020 20:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta, karena masalah drainase dan curah hujan yang tinggi. Pasalnya, tidak ada air sungai yang meluap.

"Nanti untuk kesimpulannya memang drainasenya yang bikin kapasitas drainasenya yang lebih kecil dari volume air dan kapasitas hujannya," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2).

Kementerian PUPR telah menyediakan pompa di sejumlah titik untuk mencegah banjir di Jakarta. Misalnya di Kali Sentiong dan Ancol.

"Kami membuat pompa di Sentiong, di hilir pompa Ancol, di Ancol ada pompa, di hilirnya ada Kali Sentiong," ujarnya.

Pengerjaan itu diharapkan dapat rampung pada tahu depan. Selain itu, pihaknya juga telah berupaya memperbaiki sistem drainase di Kemayoran.

"Kalau di Kemayoran kita sudah review drainase sistemnya termasuk kita besarkan embung kemayoran. Makanya sekarang underpass sedikit berkurang 2,4 meter, kan tebalnya karena sebagian sudah masuk ke embung kemayoran kemudian kita pompa," jelasnya.

Basuki menegaskan banjir yang melanda DKI Jakarta merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dia enggan menyalahkan siapapun terkait banjir di Jakarta yang terjadi berulang kali.

"Kalau soal ibu kota negara, semua bertanggung jawab, termasuk saya. Jangan dibeda-bedakan kewenangan karena ini ibu kota negara," tegasnya.

Kementerian PUPR terus berkoordinasi dengan pemprov DKI dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Basuki menyebut pemerintah pusat akan membantu pemerintah provinsi agar penanganan banjir berjalan efektif.

"Karena ini ibu kota negara kewenangan kan hanya untuk sistematika saja, tapi kondisi darurat banjir kita bersama," ucapnya.

Dia melanjutkan, untuk mengatasi banjir di Jakarta dalam jangka pendek, Kementerian PUPR sudah mempersiapkan sejumlah pompa mobile dengan jumlah yang banyak. Basuki telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir terkait hal ini.

"Saya sudah persiapkan juga pompa-pompa mobile lebih banyak, saya minta juga Pak Erick Menteri BUMN agar BUMN karya membeli pompa-pompa mobile. Jadi aset mereka tapi saat begini akan jadi aset bersama," tutur Basuki.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Mirip Jargon Anies, Ini Momen Bahagia Warga di Tengah Banjir Jakarta
Sejumlah Jalan di Jakarta Masih Tergenang Banjir
15 Ribu Warga DKI Mengungsi Akibat Banjir, 345 Sekolah Terendam
Dua Orang Tewas Tenggelam Saat Banjir Jakarta
Sekda DKI Minta Aeon JGC Penuhi Kewajiban Buat Waduk dan Saluran Air
Jakarta Terendam Lagi, Cawagub Nurmansjah Lubis Soroti Fungsi Drainase

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami