Anggaran Pulpen Rp124 Miliar, Anies Tegur Sudin Pendidikan Jaktim

JAKARTA | 30 Oktober 2019 21:47 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegur jajaran Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur. Teguran itu disampaikan lantaran tersiarnya kabar pengajuan belanja alat tulis pulpen Rp124 miliar pada Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2020.

"Barusan kami ditegur juga sama Pak Gubernur. Karena kalau begini yang diserang Pak Gubernur, ini harus dipahami," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Ade Narun, Rabu (30/10).

Teguran itu berkaitan dengan pengajuan Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) pada APBD DKI Jakarta 2020 untuk belanja alat tulis kantor (ATK) senilai Rp124 miliar.

Ade yang baru menjabat sebulan menjadi Kasudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur mengaku telah meluruskan kabar tersebut kepada Anies.

"Enggak, kami tidak melakukan hal itu dan kami sudah pastikan bahwa ketika kami diangkat dan dipindahkan, itu untuk integritas lah. Kami tidak melakukan itu," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, Rp124 miliar itu sifatnya adalah pengajuan dari 300-an sekolah negeri SD, SMP, SMA/SMK di Kecamatan Cakung, Duren sawit, Pulogadung, Matraman dan Jatinegara pada Maret dan April 2019. ATK tersebut bukan hanya pulpen, tapi juga termasuk pensil, kertas, dan perlengkapan kantor lainnya.

Akibat kecerobohan staf, Ade mengungkapkan, terjadi salah input ke dalam rekening belanja pulpen. Namun saat ini pengajuannya sedang dilakukan validasi oleh tim anggaran Sudin Pendidikan Jaktim, hingga akhirnya dipangkas menjadi Rp18 miliar untuk pengajuan ATK 2020 meski belum final.

"Kita lihat kebutuhannya seperti apa. Kalau kepentingan buat pulpen juga buat apa. Memangnya buat saya jual lagi apa," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Penjelasan Sudin Pendidikan Jakbar Soal Anggaran Lem Aibon Rp82,8 Miliar
DPRD DKI Cecar Soal Anggaran TGUPP Capai Rp19 Miliar
Temukan Anggaran Alat Tulis Tak Masuk Akal, Anies Bilang 'Stop Doing This!'
Anggaran-Anggaran Fantastis di RAPBD Pemprov DKI Jakarta 2020
Belum Pernah Unggah Rancangan KUA-PPAS, Pemprov DKI Duga Ada Kebocoran Sistem
Disdik DKI Sebut Tidak Ada Usulan Lem Aibon dari Sekolah Se-Jakarta Barat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.