Anies Baswedan: Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Naik 30 persen

Anies Baswedan: Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Naik 30 persen
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com
JAKARTA | 13 Juni 2021 22:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Ibu Kota mengalami peningkatan. Anies menyebut, kenaikan tersebut sebesar 30 persen dari sejak 5 Juni 2021.

"Keterisian tempat tidur juga meningkat dari 45 persen pada 5 Juni jadi 75 persen hari ini. Walaupun tingkat kematian di Jakarta relatif stabil, tidak mengalami perubahan signifikan," kata Anies di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Minggu (13/6).

Dia menyebut, Jakarta menghadapi gelombang baru peningkatan kasus Covid-19 usai Lebaran 2021. Selain Jakarta, Anies menyebut sejumlah wilayah di Indonesia juga alami hal yang sama.

"Lonjakannya mulai dirasakan hari-hari ini bukan hanya di Jakarta tapi di berbagai wilayah di Indonesia," ucap dia.

Selain itu, Anies juga menyebut adanya peningkatan kasus aktif Covid-19 bila dibandingkan pada 6 Juni 2021.

"Beberapa hari ini kondisi di Jakarta amat mengkhawatirkan. Data menunjukkan 6 Juni angka kasus naik 7 ribuan. Kasus aktif naik 11.500 jadi 17.400, naik 50 persen dalam 1 Minggu," paparnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan positivity rate naik dari 9 persen menjadi 17 persen. Anies menyebut bila kemampuan testing Covid-19 sudah dilakukan empat kali lipat.

"Pekan ini ditingkatkan 8 kali lipat tapi tetap positivity ratenya tinggi. Ini menunjukkan di luar sana ada peningkatan kasus yang amat signifikan," jelas Anies.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendali Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyatakan pihaknya telah menemukan 19 kasus positif Covid-19 varian baru di Ibu Kota.

Kata dia, beberapa di antaranya pasien memiliki riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Terdapat 19 kasus variant of concern mutasi virus baru yang ditemukan di DKI Jakarta, di mana 18 di antaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, dan satu kasus transmisi lokal," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (10/6/2021).

Lanjut dia, pihaknya terus aktif melakukan pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing (WGS). Hal tersebut untuk mendeteksi adanya varian baru Covid-19.

"Pemeriksaan sampel Whole Genome Sequencing / WGS, di mana sebanyak 649 sampel sudah diperiksa," ucapnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Anies Baswedan: Beberapa Hari Ini, Kondisi Jakarta Amat Mengkhawatirkan
Dari Seribu Lansia di OKU, Baru 111 Orang yang Divaksinasi Covid-19
Cegah Faskes Kolaps, Jokowi Harus Tarik 'Rem' Redam Covid-19
Update Kasus Covid-19 di Indonesia Per 13 Juni 2021
Keterisian RSD Wisma Atlet Capai 80 Persen, Sisa 1.300 Tempat Tidur
Ketua Satgas Buat Enam Rekomendasi Pengendalian Kasus Covid-19 di Daerah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami