Anies Ingatkan Revolusi Industri 4.0 Berpotensi Timbulkan Masalah Baru

JAKARTA | 17 Januari 2020 10:16 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri upacara kegiatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Soemantri, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan tantangan k3 dalam industri revolusi 4.0.

Menurutnya, seiring dengan melejitnya perkembangan teknologi internet di setiap lini industri membuat sejumlah lapangan pekerjaan hilang. Fakta ini, dia mengungkapkan, juga berpotensi menimbulkan masalah baru.

Ia tidak menyebutkan bahaya yang dimaksud, seiring dengan penerapan digitalisasi di segala lini sektor industri.

"Perubahan tersebut akan menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan baru dengan pendekatan digital dan IT. Fenomena ini dapat berdampak pada timbulnya jenis potensi bahaya baru," kata Anies, Jumat (17/1).

1 dari 1 halaman

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tak menampik dunia kerja perlu mengikuti segala kemajuan teknologi, meski diikuti dengan permasalahannya. Namun demikian, ia menekankan agar penerapan K3 terus diterapkan secara komprehensif.

Anies menambahkan, selain sektor industri telah menerapkan aktivitasnya secara digital. Namun ia mengingatkan agar penerapan K3 juga perlu dilakukan secara manual.

"Situasi ini tentu meniscayakan kewaspadaan kita akan pentingnya mengantisipasi potensi problem K3 baru, sembari terus memastikan agar pekerjaan yang bersifat manual tetap terlindungi keselamatan dan kesehatan kerjanya," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
'Masa DKI yang APBD-nya Rp 87,94 T Pakai Pengeras Suara untuk Peringatan Dini Banjir'
BPBD DKI Anggarkan Rp4 M untuk Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir
DPRD DKI Desak Anies Percepat Program Penanganan Banjir
Pemkot Jakarta Pusat Kaji Ulang Revitalisasi Jalan Sabang
Pansus Banjir Anggota DPRD DKI Dinilai Bermuatan Politis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.