Anies Minta Masjid Raya di Jakarta Tak Terima Jemaah Salat Id Luar Wilayah

Anies Minta Masjid Raya di Jakarta Tak Terima Jemaah Salat Id Luar Wilayah
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com/Antara
JAKARTA | 11 Mei 2021 14:45 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan para pengurus masjid menggelar salat Idulfitri hanya untuk warga satu kampung. Anies mengimbau agar masjid-masjid raya tidak membuka akses melaksanakan salat Idulfitri bagi warga luar wilayah masjid.

"Anjuran kami adalah untuk masyarakat salat di masjid di sekitar rumahnya. Jangan di masjid yang jauh-jauh," ujar Anies, Selasa (11/5).

Anies pun mengapresiasi kebijakan pengurus Masjid Istiqlal dengan tidak menggelar salat Idulfitri sebagai upaya menekan laju penularan Covid-19.

Meski ia memahami tidak semua masjid raya di Jakarta dapat melakukan hal sama seperti Masjid Istiqlal. Namun ia kembali mengingatkan agar jamaah yang hadir tidak melaksanakan salat di masjid yang jauh dari tempat tinggal.

"Pengelola masjid-masjid raya juga diharapkan tidak secara khusus menyelenggarakan secara besar yang berpotensi penularan. Karena itu sikap Istiqlal untuk meniadakan salat Idulfitri kami apresiasi," pungkasnya.

Sementara itu, Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat penentuan Idulfitri 1442 H sore nanti, Selasa (11/5). Meski begitu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memastikan bahwa bulan Ramadan tahun ini genap 30 hari.

"Jadi pasti Ramadan 30 hari, Idulfitri 13 Mei 2021," kata Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin kepada Liputan6.com, Selasa (11/5).

Thomas juga menihilkan kemungkinan jika pada sore nanti hilal akan terlihat. Pasalnya saat ini kondisi bulan masih terbenam.

"Saat Magrib nanti mustahil hilal terlihat, karena bulan sedang terbenam atau ketinggian minus. Kalaupun ada yang mengaku melihat hilal, hakim agama dan sidang Isbat akan menolaknya," katanya.

Seperti diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin sidang Isbat yang diikuti para perwakilan ormas Islam, ulama, pakar astronomi, delegasi negara sahabat dan unsur terkait lainnya.

Sidang isbat dilakukan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ketat karena masih di tengah pandemi virus corona. Sehingga, tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama seperti beberapa tahun sebelumnya.

Kegiatan sidang isbat sore nanti akan digelar dengan beberapa tahapan. Sidang nantinya akan diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi (falak) oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Kegiatan tersebut akan dimulai pada Pukul 16.45 WIB.

Sidang dilanjutkan dengan Salat Maghrib kemudian digelar sidang isbat secara tertutup. Sidang tersebut akan mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal. Setelah itu, hasil sidang isbat akan diumumkan oleh Menteri Agama bersama pihak terkait dalam jumpa pers. (mdk/ray)

Baca juga:
Jokowi dan Ma'ruf Tidak Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal
Jelang Idulfitri, Wapres Ma'ruf Ingatkan Masyarakat Segera Bayar Zakat
Bacaan Menerima Zakat Fitrah dan Artinya, Ketahui Golongan yang Berhak Mendapatkan
Bacaan Niat Sholat Idul Fitri, Lengkap dengan Tata Cara Serta Doa-Doanya
Pemkot Cirebon Izinkan Warga Salat Id dengan Protokol Kesehatan Ketat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami