Anies Minta Ombudsman Buktikan Temuan Premanisme di Tanah Abang

JAKARTA | 22 Januari 2019 09:04 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Ombudsman Jakarta Raya melengkapi temuan mereka yang menyebutkan ada praktik premanisme di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pasalnya Ombudsman menduga preman tersebut turut menjadi dalang kericuhan di beberapa waktu lalu.

Anies menyarankan Ombudsman Jakarta melengkapi terlebih dahulu agar bisa dijadikan alat bukti untuk penindakan selanjutnya. Dia menilai data yang dikemukakan Ombudsman saat ini masih sebatas opini.

"Semua yang menegakkan aturan itu dokumen secara berkas, secara bukti, harus lengkap kalau membentuk opini cukup dengan menyebut kata di depannya. Itu sudah langsung jadi opini," katanya seperti dilansir dari Antara, Selasa (22/1).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, untuk menidaklanjuti wacana premanisme di Tanah Abang, pihaknya mesti mengantongi data-data yang sudah lengkap. Karenanya Anies berharap nanti laporan-laporan itu bisa dilengkapi sehingga menjadi berkas untuk dikerjakan pihaknya.

"Tapi kalau mau jadi alat bukti, untuk bertindak harus ada bukti. Jadi saya berharap laporan ombudsman bisa ditahan untuk alat bukti dalam memproses," tegasnya.

Sebelumnya Ketua Ombudsman Jakarta Raya, Teguh Nugroho, mengatakan lapak liar kawasan Tanah Abang dikuasai preman. Hal ini memicu kericuhan antara Petugas satuan Polisi Pamong Praja dan pedagang yang hendak melakukan penertiban.

Menurut Teguh, kericuhan ini dipicu karena preman di kawasan ini kehilangan pendapatan karena sebagian besar pedagang sudah direlokasi ke Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Jatibaru dan Blok F.

"Kan preman ada potensi kehilangan pendapatan dari pedagang ini, nah kemudian muncul pedagang baru di jalan Jatibaru yang kemudian mengklaim sebagai PKL Jati baru. Padahal waktu kami verifikasi orang - orang ini enggak ada," kata Teguh saat dihubungi di tempat terpisah.

Baca juga:
Ombudsman Duga Ada Peran Preman Dalam Kericuhan Penertiban PKL di Tanah Abang
4 Cara Anies Baswedan Mengurai Ruwetnya Persoalan Tanah Abang
PKL Ricuh Dengan Satpol PP, PDIP DKI Kritik Konsep Penataan Tanah Abang
Bentrok PKL dan Satpol PP di Tanah Abang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Pascabentrok, Trotoar Tanah Abang Sepi PKL
Bentrok PKL Tanah Abang dengan Satpol PP, Dua Provokator Ditetapkan Tersangka

(mdk/fik)