Anies Minta Warga Sudah Mudik Jangan Memaksakan Kembali ke Jakarta

Anies Minta Warga Sudah Mudik Jangan Memaksakan Kembali ke Jakarta
JAKARTA | 25 Mei 2020 17:08 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meminta warga sudah terlanjur mudik merayakan Hari Raya ldul Fitri 1441 Hijriah agar tidak memaksakan diri kembali ke Ibu Kota. Sebab, menurut Anies, hal ini akan menjadi ancaman baru atau gelombang kedua Coronavirus Disease atau Covid-19.

"Bila (pemudik) memaksakan harus kembali pemeriksaan akan ketat. Jakarta ada 10 juta penduduk dan Jabodetabek 25 juta. Kami tidak ingin kerja keras kita batal karena muncul gelombang baru. Jangan memaksakan berangkat," kata Anies di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (25/5).

Menurut Anies, Pemprov DKI sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi kasus Covid-19. Salah satunya menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 47 tahun 2020, setiap orang harus mempunyai surat izin keluar masuk (SIKM).

Oleh karena itu, Anies meminta agar masyarakat yang mempunyai rencana kembali ke Jakarta untuk diurungkan terlebih dahulu. Jika masih nekat, kata Anies, tidak boleh masuk dan akan dikembalikan ke daerah asalnya.

"Persyaratan ini harus dipenuhi, ada di coronajakarta.go.id. Jadi intinya adalah bila berencana ke Jakarta dan tidak memiliki (SIKM), maka tunda dulu. Bila Anda memaksakan, harus kembali," tegasnya.

"Kami harap seluruh masyarakat mengikuti ketentuan ini. InsyaAllah Jakarta kembali ke suasana baru dengan protokol-protokol baru," sambungnya.

1 dari 1 halaman

PSBB Hingga 4 Juni

Anies menyebut, fase ketiga dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan berlangsung hingga 4 Juni 2020 akan menjadi penentuan. Hal tersebut dikarenakan bila pada fase ini, angka kasus positif Corona di Jakarta menurun, maka bisa dilakukan transisi menuju normal baru atau yang disebut new normal.

"Maka sesudah tanggal 4, kita bisa melakukan transisi menuju normal baru," kata Anies.

Kendati demikian, jika setelah fase ketiga selesai dilakukan, namun angka kasus Covid-19 di Jakarta masih menunjukan kenaikan, maka hal ini menandakan bahwa pekerjaan yang dilakukan untuk memutus rantai Corona akan mengulang seperti fase awal.

"Tapi bila hari hari ke depan angkanya meningkat karena kita mulai bebas, mulai bepergian tidak disiplin menggunakan masker, tidak bisa mencuci tangan, maka ada potensi kita harus memperpanjang seakan mengulang proses yang kita kerjakan kemarin. Lalu sekarang kita berhadapan dengan situasi yang cukup unik, di masa akhir dari perpanjangan PSBB ini bersamaan dengan musim mudik dan musim arus balik," pungkas Anies. (mdk/gil)

Baca juga:
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Tergantung Perilaku Masyarakat
Data Penularan Covid-19 di Jakarta 10 Hari Terakhir
Anies Baswedan Sebut PSBB Signifikan Tekan Penularan Corona di Jakarta
Anies Doakan Anaknya Berumur Panjang agar Bisa Kisahkan Corona di Tahun 2089
Lebaran Virtual ala Anies Baswedan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5