Anies Nilai Butuh Waktu Agar Jalur Sepeda Steril dari Pemotor

JAKARTA | 22 September 2019 17:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyida Baswedan menilai pemotor yang menerobos jalur sepeda karena pemahaman mengenai aturan baru minim. Menurut dia, hal serupa pun dilakukan para pemotor yang menerobos jalur Transjakarta.

"Sama ketika kita dulu membuat busway pertama kali pada saat tahun 2004, itu perlu waktu untuk menjadi suatu norma baru di kota kita. Jadi ini tentu perlu waktu," ujar Anies di JakGrosir Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (22/9).

Kendati banyak jalur sepeda disalahgunakan, Anies menegaskan Pemprov DKI tetap mendorong warga untuk mulai lebih sering bersepeda. Salah satu alasannya agar polusi diakibatkan kendaraan bermotor dapat berkurang.

"Jadi jarak dekat mau ke toko, mau ke warung, mau ke dekat rumah, mau ada acara, sering-seringlah pakai sepeda. Dan tugas dari kami, pemerintah menyiapkan jalurnya yang sudah dideteksi bisa dibangun jalur sekitar 500 kilometer," kata dia.

Anies menjelaskan, Pemprov DKI saat ini sedangan membangun tahap pertama jalur sepeda sepanjang 500 kilometer. Pembangunan pun baru akan mencapai 63 kilometer di bulan November nanti.

"Fase pertama ini sampai November 63 kilometer, yang pertama kemarin 25 kilometer. Nanti harapannya November 63 (km) selesai nanti kita akan teruskan ke seluruh kawasan," kata dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menggagas gerakan Jakarta Ramah Bersepeda. Untuk itu akan dibangun 63 kilometer jalur sepeda dalam tiga fase. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, pembangunan jalur sepeda fase pertama sepanjang 25 kilometer yang diutamakan di jalur yang kena kebijakan ganjil genap.

"Di jalur yang ganjil genap kita siapkan jalur sepeda dan juga ada pembatasnya sehingga pesepeda terlindungi," jelasnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/9).

Pada Jumat pagi, Anies dan sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dan komunitas gowes bersepeda dari Velodrome, Rawamangun menuju Balai Kota sekaligus mengecek jalur sepeda di sepanjang jalan yang dilalui. Anies mengatakan di sepanjang jalur itu, ada yang belum diberi marka karena aspalnya diganti.

"Kita menunggu aspalnya diganti dulu dalam beberapa waktu ini. Minggu-minggu ke depan diganti sesudah itu baru dipasang penandanya supaya tidak kerja dua kali," ujarnya.

Tak hanya 63 kilometer, Anies berharap ruas jalan lainnya di Jakarta lainnya memiliki jalur sepeda. Memang, kata dia, ada jalan yang bisa dipasangi pembatas untuk jalur sepeda karena lebar, tapi ada juga ruas jalan tak terlalu lebar dan hanya cukup diberi marka. Pihaknya pun akan merancang format untuk jalur sepeda di jalan sempit ini.

Ditambahkan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, untuk jalur sepeda nanti akan dipasangkan beton kanstin atau double kerb dan tiang vertikal atau bollards akan dipasang di pembatas jalur sepeda. Pemasangan itu bertujuan agar sepeda motor tidak menggunakan jalur khusus sepeda.

"Akan pasang proteksi berupa bollard yang biasa di trotoar itu, yang panjang, atau semacam double kerb, semacam MCB (beton movable concrete barrier), tapi yang kecil," kata Hari.

Nantinya, jalur sepeda akan di cat warna tertentu sebagai pembeda dengan jalan kendaraan setelah uji coba selesai.

"Warnanya bisa biru ataukah warna hijau. Kita sesuaikan dengan aturan," jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyampaikan, jalur sepeda di Jakarta akan dibuat permanen sebagaimana jalur busway. Lebar minimum jalur sepeda ini 1,25 meter, namun tergantung lebar ruas jalan. Jika ruas jalannya cukup lebar, maka jalur sepeda akan dibuat lebih lebar. Untuk ruas jalan yang trotoarnya cukup lebar, sebagian bisa digunakan untuk jalur sepeda.

"Kita akan komunikasikan contohnya di Sudirman itu kan cukup lebar. Begitu juga di MH Thamrin yang sudah diperbaiki trotoarnya, ini kita akan coba kita pindahkan ke atas trotoar," jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah mengkaji apakah jalur sepeda di atas trotoar perlu menggunakan pembatas atau cukup dengan marka. Untuk jalur sepeda yang telah ada saat ini, Syafrin mengatakan ada jalur yang harus ditingkatkan karena saat ini dilakukan pelapisan (layer) jalur sepeda oleh Dinas Bina Marga.

"Jadi kita juga belum bisa melakukan pemasangan marka, tapi di beberapa titik kita pasangin cone. Setelah kerjaan Bina Marga layer selesai, kita lanjut dengan marka," ujarnya.

Syafrin menyampaikan, uji coba jalur sepeda akan dilaksanakan sampai 19 November. Setelah uji coba berlangsung, kendaraan dilarang menyerobot jalur sepeda. Bagi yang melanggar akan ditilang.

"Jadi sesuai dengan UU Nomor 22 (Tahun) 2009 terdapat pelanggaran rambu akan dikenakan denda 500 ribu. Tentu kita akan dorong begitu ini dipermanenkan aturan ini diberlakukan. Uji coba akan dilakukan sampai dengan 19 November. Setelah itu kita koordinasikan ke penegakan hukum," jelasnya.

Dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 itu disebutkan pengendara kendaraan bermotor wajib memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda. Karena itulah saat ini Pemprov DKI tengah meningkatkan kualitas jalur sepeda dan pejalan kaki.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat

Baca juga:
VIDEO: Anies Baswedan Manjakan Pengguna Sepeda di Jakarta
Terobos Jalur Sepeda, Siap-siap Didenda Rp500 Ribu
Anies Bakal Bangun 63 Kilometer Jalur Sepeda, Diutamakan di Jalur Ganjil Genap
Cerita Jalur Sepeda di Jalan Asia-Afrika yang 'Dikuasai' Motor
Banyak Warga Gowes Sepeda Kantor, Anies Imbau Buat Parkiran Khusus dan Tempat Mandi
Anies Baswedan Jajal Jalur Sepeda Velodrome-Balai Kota
Pada Komunitas Sepeda, Anies Cerita Pembangunan Infrastruktur Selama Ini Terbalik

(mdk/gil)