Anies Tetap Pantau Perkembangan Karhutla Meski Tim Bantuan Sudah Kembali ke Jakarta

JAKARTA | 1 Oktober 2019 21:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sekitar dua pekan lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan 79 orang petugas ke daerah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah ditolak Pemerintah Provinsi Riau, tim tersebut dikirim ke Jambi dan saat ini seluruh tim telah kembali ke Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, pihaknya selalu mengirimkan tim ke daerah-daerah terdampak bencana. Hal itu berdasarkan rasa kedekatan Jakarta dengan daerah lain di Indonesia.

Dia mengatakan, saat bencana gempa bumi melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pemprov DKI Jakarta juga mengirimkan personel yang membantu proses pemulihan dampak bencana. Termasuk juga saat gempa bumi dan tsunami melanda Palu, Sulawesi Tengah tahun lalu.

"Kami di DKI Jakarta sebuah kota dengan penduduk yang berasal dari seluruh Indonesia, karena itu kami memiliki perasaan yang lebih dekat kepada begitu banyak wilayah setiap kali ada bencana-bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita yang ada di berbagai belahan Indonesia," jelasnya di Balai Kota usai menyambut 79 personel yang bertugas di Jambi, Selasa (1/10).

Anies menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Jambi yang telah menerima bantuan dari DKI Jakarta. Termasuk juga mengapresiasi masyarakat Jambi.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi juga masyarakat Jambi atas sambutan dan dukungannya sehingga mereka bisa bekerja dengan baik," jelasnya.

Anies mengatakan, kendati para tim telah kembali ke Jakarta, pihaknya tetap memantau kondisi wilayah yang terdampak asap karhutla. Dia berharap titik api baik di Pulau Sumatera maupun Kalimantan berhasil dipadamkan.

"Kita sekarang memantau perkembangannya. Mudah-mudahan api seluruhnya bisa tuntas baik di Sumatera maupun di Kalimantan. Dan kami di Pemprov DKI selalu siap berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, bila kemudian dibutuhkan terlibat di dalam membantu penanganan asap maupun api," jelasnya. (mdk/ded)

Baca juga:false
Dampak Kebakaran Hutan, Penumpang Pesawat Anjlok 5,9 Persen di Agustus 2019
VIDEO: 11 Korporasi Resmi Ditetapkan Tersangka Karhutla
3 Oktober, Bareskrim Periksa Bupati Pelalawan Soal Kebakaran Hutan dan Lahan
325 Orang dan 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla
Wiranto Sebut Hujan di Titik Karhutla Mundur ke November, Awan Bergeser Arah Taiwan
Bareskrim Tetapkan 325 Tersangka Kejahatan Karhutla

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.