Api Bakar Mimpi Sugianto Rayakan Lebaran di Kampung Halaman

Api Bakar Mimpi Sugianto Rayakan Lebaran di Kampung Halaman
Korban Kebakaran Pasar Gembrong Sugianto. ©2022 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam
JAKARTA | 2 Mei 2022 14:58 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Sugianto termenung saat takbir berkumandang. Dia hanya bisa meratapi puing puing bekas tempat tinggalnya di petakan Pasar Gembrong. Harta bendanya musnah dilahap si jago merah.

Kebakaran itu terjadi sepekan sebelum Hari Raya Idulfitri, tepatnya 24 April 2022 lalu. Api itu tak hanya membakar tempat tinggalnya, tetapi juga mimpi untuk kembali ke kampung halaman di Pati, Jawa Tengah, pun sirna.

"Harusnya mudik saya tahun ini, tapi bagaimana kondisinya begini kan. Padahal udah seneng pas denger pengumuman boleh mudik sama Pak Jokowi," kata Sugianto ketika ditemui, Senin (2/5).

Kesehariannya, dia bekerja sebagai kuli bangunan. Sementara istrinya membantu dengan berjualan kopi. Sugianto masih belum percaya jika kebakaran itu terjadi saat dirinya tak ada di rumah.

Sambil menghisab sebatang rokok, Sugianto menceritakan kala dirinya terperangah ketika melihat rumah kontrakannya dikepung kobaran api. Semua hasil keringatnya yang tersimpan dalam rumah itu hangus menjadi debu. Padahal setelah dua tahun pandemi, dia berencana merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

"Tapi ya mau gimana? Hangus semua," ungkapnya lesu.

2 dari 2 halaman
api bakar mimpi sugianto rayakan lebaran di kampung halaman

Walaupun terkejut, dia sempat berusaha memadamkan api. Apa daya air yang dibawanya dengan besarnya api tak sebanding. Akhirnya dia pingsan dan dibawa ke ambulans oleh warga.

"Saat memadamkan api, saya sempat pingsan, bukan karena kebanyakan menghirup asap, tapi saya kepikiran uang mudik," terangnya.

Kendati begitu, Sugainto bersama keluarga ikhlas atas apa yang menjadi cobaan kali ini. Bahkan hal itu pun turut disampaikan Tri, anak tertua Sugianto dari tiga bersaudara.

"Sudah ikhlas, namanya ini cobaan. Yang penting keluarga semuanya sehat," ungkapnya.

Meski berucap seperti itu, raut wajah Tri tetap tak bisa berbohong karena momen lebaran tahun ini sangat membuat perasaannya terguncang. Tak ada kue lebaran atau kehangatan yang biasa dirasakan seperti lebaran tahun sebelumnya.

"Tetap perasaan mah sedih, nastar kaga ada. Udah cuman liat areng aja mas sama puing-puing," tuturnya.

Sebelum berangkat kerja, Tri sempat memanjatkan harapannya dengan momen lebaran ini bisa menjadi titik balik untuk keluarganya kembali memperbaiki kehidupan.

"Semoga momen lebaran ini, jadi berkah buat kita bisa kembali lagi. Sukur-sukur bisa lebih baik," tutupnya.

(mdk/fik)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini