Hot Issue

Atribut FPI di Tengah Banjir Jakarta

Atribut FPI di Tengah Banjir Jakarta
Banjir di Kemang Timur Lambat Surut. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
JAKARTA » MAKASSAR | 23 Februari 2021 09:41 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Polisi membubarkan kegiatan relawan banjir Jakarta dengan atribut Front Pembela Islam (FPI) pada Sabtu (20/2) lalu. Ada sekitar 10 orang yang membantu dengan menggunakan atribut FPI.

Kapolsek Makasar, Kompol Saiful Anwar mengatakan, FPI merupakan organisasi terlarang. Hal itu yang membuatnya melakukan pelarangan kegiatan tersebut. Adapun atribut atau pun simbol yang dilarang pemerintah tersebut terdapat di kaos, bendera, juga rompi.

"Karena kan mereka itu ikut (membantu) dengan memakai atribut FPI. Nah sedangkan sekarang segala kegiatan bentuknya FPI kan dilarang kan kita tahu sendiri. Sehingga saya sama Pak Danramil, Pak Kapolres dan Pak Dandim melarang mereka untuk ikut," katanya.

Sebenarnya, kata dia, pihaknya tetap mempersilakan giat kemanusiaan itu. Namun dengan syarat harus melepas atribut.

"Sudah kita sampaikan, kita imbau baik-baik kok agar benderanya, kita suruh turunkan semuanya. Kita pakai baju biasa saja," jelasnya.

Mabes Polri menegaskan FPI merupakan organisasi yang dilarang aktivitasnya di Indonesia. Ini yang menjadi dasar pembubaran kegiatan relawan beratribut FPI yang membantu korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, pernyataan terkait pelarangan organisasi FPI sudah jelas. Sehingga menurutnya hal itu tidak perlu dipersoalkan kembali.

"Kita tidak meributkan itu. Tentunya kita melihat bahwa FPI adalah sebuah organisasi terlarang," ujar Ramadhan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (22/2).

Dia mengatakan, Polri sebenarnya tidak pernah melarang segala bentuk kegiatan kemanusian, seperti bantuan yang diberikan relawan FPI itu. Namun seharusnya, kata dia, para relawan itu melepaskan seluruh atribut ataupun simbol-simbol berbau FPI.

"Jadi bukan kegiatannya, tapi organisasinya. Jadi yang dilarang adalah organisasi tersebut, jadi bukan dia melakukan kegiatannya itu, misalnya dia membantu banjir," ujarnya.

"Dia tidak boleh membawa-bawa atribut atau organisasi tersebut. Jelas ya," terang dia.

Baca Selanjutnya: Sementara itu Direktur Eksekutif Lembaga...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami