Bangunan liar di kolong tol Kalijodo batal ditertibkan

JAKARTA | 13 Juni 2017 09:14 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Puluhan bedeng di bawah jalan layang tol Pluit-Tomang atau diseberang Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, belakangan kembali muncul setelah Februari 2016 digusur Pemprov DKI Jakarta. Bangunan berbahan dasar triplek berbagai ukuran tersebut menjadi tempat praktek prostitusi yang kembali menjamur setelah sempat diberangus pemerintah setempat.

Rencananya puluhan bedengan itu hari ini ditertibkan. Penertiban dilakukan guna mencegah praktek prostitusi meluas setelah kawasan tersebut digusur Pemprov DKI.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara, Ronni Jarpiko mengatakan, penertiban bangunan semi permanen itu urung dilakukan hari ini. Penertiban dibatalkan lantaran Ronni harus menghadiri kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jakarta Utara.

"Digunting bro agenda penertibannya, soalnya ada kunjungan RI 1 bro ke wilayah Jakarta Utara," kata Ronni Jarpiko kepada merdeka.com, Senin (13/6).

Hal senada diungkapkan Camat Penjaringan Mohammad Andri. Menurut dia, agenda penertiban tersebut diganti waktu lain hari.

"Enggak batal acaranya, cuma diundur aja jadi besok acaranya," kata Andri kepada merdeka.com.

Pantaun merdeka.com, tidak ada petugas Satpol PP maupun alat berat biasa digunakan dalam menertibkan bangunan di sekitar lokasi. Puluhan bangunan semi permanen itu masih terlihat berdiri kokoh. (mdk/gil)

Denyut pemuas syahwat di sisi ruang ramah anak

Menginduk pada Mami di Kalijodo

Kalijodo, legenda prostitusi yang belum mati

Sebelum subuh di Kalijodo

Sandiaga dukung Djarot gusur bangunan liar di kolong Kalijodo

Djarot bongkar bangunan liar di Kalijodo agar tak jadi lokalisasi

Pekan ini, Pemprov bakal putuskan waktu pembongkaran kolong Kalijodo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.