Banyak tabrakan kereta, Ahok bilang masyarakat kena setan budek

Banyak tabrakan kereta, Ahok bilang masyarakat kena setan budek
JAKARTA | 7 Desember 2015 11:31 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Tabrakan antara KRL Commuterline dengan Metromini 80 jurusan Kalideres-Grogol bernopol B 7760 FD di perlintasan kereta Angke, Jakarta Barat, kemarin, menambah panjang daftar peristiwa tabrakan kereta di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok tidak menyalahkan masinis kereta. Dia justru melihat banyaknya peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta karena keteledoran pengguna jalan. Padahal tiap kali kereta melintas, palang pintu sudah tertutup dan bunyi sirine cukup kencang.

"Orang Jakarta ini maunya menerobos melulu. Kalau tabrak mati ya takdirlah. Ada setan apa itu? Setan budek," Kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Karena itu, Ahok melihat pembangunan underpass (up) atau flyover (fo) di perlintasan kereta sebidang tidak serta merta menjamin mengurangi peristiwa kecelakaan jika tanpa kesadaran masyarakat. Percuma jika pada akhirnya masyarakat lebih memilih menerobos perlintasan kereta dibanding melewati underpass atau flyover.

"Soal kereta api, Jakarta ini, kamu tanya kereta api, pertemuan lintas sebidang dengan kereta api ada berapa? Ratusan lebih dia bilang, sesuai zaman Belanda. Tapi perkembangan Jakarta, orang menerobos jalan kereta api sudah berapa banyak? Ribuan. Kamu mau bikin UP apapun tidak ada guna," ungkapnya.

"Makanya kita usul dari dulu kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar kereta api yang naik ke atas. Kalau kamu bangun UP dan FO, nggak akan pernah selesai," tutupnya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami