Begini Sistem Kerja Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir Jakarta

JAKARTA | 17 Januari 2020 17:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menganggarkan pengadaan enam set alat sistem peringatan dini digital atau Digital Warning System (DWS). Besar anggaran mencapai Rp4 miliar dan dianggarkan APBD 2020.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI, Muhammad Insyaf, menjelaskan sistem kerja alat ini menggunakan teknologi VHF digital radio atau frekuensi 60 MHz. Alat ini akan dioperasikan saat hasil pemantauan menunjukkan permukaan mengalami kenaikan menjadi siaga tiga atau waspada.

"Maka petugas BPBD akan mengoperasikan DWS dengan menyampaikan informasi langsung dari Pusat Data dan Informasi BPBD," kata Insyaf saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/1).

Saat itulah, petugas memberikan imbauan pada masyarakat yang berada di wilayah rawan untuk waspada adanya potensi banjir. Selain imbauan melalui pengeras suara, sirine yang terpasang di DWS juga akan berbunyi.

"Bentuk suara mengimbau masyarakat dan ada bunyi sirine juga," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Insyaf menyebut alat DWS biasanya terpasang dengan jarak 500 meter dari sungai dan dapat menjangkau hingga jarak 300 meter. Saat ini, klaim dia, 14 wilayah sudah terpasang DWS.

Untuk wilayah Jakarta Selatan di antaranya yakni Kelurahan Ulujami, Petogogan, Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur.

Sedangkan di wilayah Jakarta Barat ada Kelurahan Rawa Buaya, Kapuk dan Kembangan Utara.

"Jakarta Timur di Kampung Melayu, Bicara Cina, Cawang, Cipinang Melayu dan Kebon Pala," ujar dia.

Sementara itu, rencananya enam DWS juga akan dipasang di enam kelurahan pada tahun 2020. Di antaranya yakni di Kelurahan Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate dan Marunda.

"Anggaran sesuai dengan yang ada di e-budgeting (Rp4 milliar)," jelasnya.

Berdasarkan apbd.jakarta.go.id pengadaan enam DWS tersebut terdiri dari enam set stasiun ekspansi peringatan dini bencana transmisi Vhf Radio dengan anggaran Rp3,1 miliar. Enam set pole atau menara DWS dianggarkan Rp353 juta.

Kemudian ada enam set modifikasi software untuk telementry dan warning console, Rp416 juta, enam set coaxial arrester, Rp14 juta, dan enam set 30W horn speaker buatan lokal, Rp7 juta.

Lalu ada anggaran untuk enam set storage battery 20AH, 24V, Rp70 juta serta enam set tiga element yagi antenna sebesar Rp90,392 juta.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
PLN Masih Matikan 26 Gardu Listrik Terdampak Banjir
Siapkan Rp1,2 Miliar, KSK Insurance Bayar di Depan Klaim Nasabah Korban Banjir
'Masa DKI yang APBD-nya Rp87,94 T Pakai Pengeras Suara untuk Peringatan Dini Banjir'
VIDEO: Menelusuri Kampung Bidara Cina Yang Akan Diubah Jadi Sodetan
DPRD DKI Desak Anies Percepat Program Penanganan Banjir
BPBD DKI Anggarkan Rp4 M untuk Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.