Belum Minta Izin ke Kemensetneg, DPRD DKI Minta Revitalisasi Monas Disetop Sementara

JAKARTA | 22 Januari 2020 15:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah meminta revitalisasi kawasan Monas dapat dihentikan sementara waktu. Dia beralasan Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan izin dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Hal itu terkait dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta.

"Semua kegiatan di Monas bapak hentikan sementara sampai ada persetujuan dari Mensesneg," kata Ida saat rapat dengan Dinas Citata DKI di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/1).

Sementara itu, anggota Komisi D Pantas Nainggolan menyebut berdasarkan informasi dari Kemensetneg baru pihak PT MRT Jakarta yang telah meminta izin untuk membangun gardu listrik.

"Hanya MRT yang meminta izin dan mengirimkan surat. Pertanyaannya sampai hari ini ada tidak permintaan dari DKI dalam konteks revitalisasi Monas," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Pemprov DKI Klaim Punya Hak Kelola Kawasan Monas

Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal menyebut Pemprov DKI Jakarta memiliki hak pengelolaan di kawasan Monas. Kendati begitu, kata dia, untuk pembangunan MRT Jakarta harus meminta izin Kemensetneg dengan alasan berada di bagian objek vital pemerintahan.

"UPK Monas itu stuktur di kita (Pemprov), tapi apakah setiap kegiatan atau rombak Monas itu harus izin, saya cari tahu dulu. Ini kan ada proses sayembara, ada panitia, kalau enggak salah, salah satu unsurnya dari Setneg," papar Yusmada.

2 dari 2 halaman

Revitalisasi Monas Banjir Kritik

Revitalisasi kawasan Monas sebelumnya mendapat kritik dari koalisi pejalan kaki. Penyebabnya, sejumlah pohon ditebang untuk memuluskan proyek tersebut.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Monas, Isa Sanuri tak memungkiri adanya penebangan pohon untuk proyek revitalisasi Monas. Namun ia menjamin, akan kembali menempatkan pohon yang ditebang pada area revitalisasi Monas, tepatnya di sisi selatan.

"Dikembalikan lagi nanti fungsinya. Itu kan bahan revitalisasi, karena itu memang bagian dari hasil sayembara, itu dibuat plaza, kemudian nanti akan ditanam kembali di kawasan yang memang ada sekarang," kata Isa kepada merdeka.com saat dihubungi, Jumat (17/1).

Menurut Isa, pihaknya akan menambah kawasan hijau di Monas. Penambahan kawasan hijau nantinya berada di lahan parkir. Dengan begitu kawasan Monas nantinya tidak lagi memiliki lahan parkir.

Reporter: Ika Defianti (mdk/gil)

Baca juga:
Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor Dikenakan Sanksi Denda
Pemprov DKI Pastikan Pemenang Tender Revitalisasi Monas Bukan Abal-Abal
Ketua DPRD DKI Tegaskan Revitalisasi Monas Untuk Formula E
Revitalisasi Kawasan Monas Selesai Tahun 2021
Pengelola Monas Klaim Tak Tebang Pohon untuk Revitalisasi
DPRD DKI Panggil Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Soal Revitalisasi Monas
Pemprov DKI Sebut Revitalisasi Monas Tak Berkaitan dengan Formula E

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.