Bermodal Surat Tugas Palsu, 9 Satpol PP DKI Gadungan Disuruh Ikut Operasi PPKM

Bermodal Surat Tugas Palsu, 9 Satpol PP DKI Gadungan Disuruh Ikut Operasi PPKM
Pelanggar masker di Jakarta. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
JAKARTA | 29 Juli 2021 20:21 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Sebanyak sembilan orang yang menjadi korban penipuan perekrutan personel Satpol PP DKI abal-abal sempat ditugaskan ikut operasi PPKM. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Yusri mengungkap pelaku YF memalsukan surat tugas dan diberikan ke sembilan korbannya. "Korbanya sudah hampir dua bulan sejak juni lalu direkrut sejak 15 juli termasuk pelapornya kemudian dikasih tugas operasi yustisi PPKM," kata Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/7).

Kemudian berdasarkan pengakuan dari para korban, mereka mengaku pernah melakukan operasi di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Alhasil terungkap cara YF agar korbannya tak ketauan, mereka semua ditugaskan melakukan operasi secara bersamaan dan menghindari jangan sampai bertemu Satpol PP yang lainnya.

"Selama beroperasi selama dua bulan dia menggunakan seragam Satpol PP, tapi dalam kelompok mereka saja. Bahkan ada satu inisial B (korban) dijadikan danton di situ, untuk memimpin delapan temannya yang lain bergerak operasi yustisi, menegur orang yang tidak pakai masker. Sesuai dengan ajaran dari tersangka ini," bebernya.

Namun setelah bekerja selama dua bulan tidak dapat gaji, para korban mulai curiga dan mengkonfirmasi kepada temannya yang langsung menanyakan kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin.

"Korban melaporkan minta bantuan temannya menghubungi Satpol PP langsung pada Ketua Satpol PP Pak Arifin ada beberala yang melaporkan setelah dilihat surat pengangkatan dan kontrak kerja dan diyakini Kasatpol Pp bahwa yang itu palsu," ujar Yusri

"Tanggal 26 Juni kemarin dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan inilah kita berhasil mengamankan. Dari sembilan orang ini baru lima orang yang bayar itupun ada yang belum lunas. Total semuanya ada Rp60 juta yang diterima (YF)," lanjutnya.

Lebih lanjut, Yusri pun mengimbau kepada masyarakat agar selektif dan tidak mempercayai apabila ada pihak yang mengaku bisa meloloskan pekerjaan dengan iming-iming bayaran, termasuk dalam kasus penipuan Satpol PP Gadungan.

"Kalau memang mau mendaftar anggota Satpol PP silakan mendaftar sesuai mekanisme yang ada. Silakan datang ke kantor Satpol PP apakah memang ada prekrutan di sana atau tidak. Ini kan tidak langsung datang ke kantornya, tapi ini langsung face to face," sebut Yusri.

Sementara guna mempertanggungkan kelakuannya, tersangka YF sendiri akan dijerat dengan Pasal 372 KUHP jo 378 KUHP yang masing-masing hukumannya empat tahun penjara. (mdk/rhm)

Baca juga:
Waspadai Penipuan Satgas Pungli Catut Nama KPK di Kalimantan
Pemalsu Surat Vaksin Penumpang Kapal di Pelabuhan Baubau Ditangkap Polisi
Polisi Bongkar Sejoli Otaki Penipuan Tawarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 di Medsos
Dua Penipu Rekruitmen Satpol PP DKI Diperiksa Polisi
Polisi Tangkap Penjual Tiket Pesawat dan Hasil Swab PCR Palsu Secara Online
Korban Penipuan Rekrutmen Satpol PP DKI Sempat Diberi Tugas Patroli Prokes

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami