Hot Issue

Blak-blakan Anies Baswedan Bicara Reklamasi Ancol

Blak-blakan Anies Baswedan Bicara Reklamasi Ancol
JAKARTA | 12 Juli 2020 08:17 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan izin perluasan pengembangan kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol dengan luas kurang lebih 120 hektare dan Dunia Fantasi seluas 50 hektare. Izin tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 yang telah ditandatangani Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 24 Februari 2020 lalu.

Dalam Kepgub tersebut dijelaskan perluasan kawasan Ancol berdasarkan perjanjian kerja sama antara dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk pada 13 April 2009. Ditekankan pula, pengelola berkewajiban untuk menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas dasar yang dibutuhkan dalam pengembangan kawasan.

"Memberikan izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ± 35 (lebih kurang tiga puluh lima hektar) dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha (lebih kurang seratus dua puluh hektar) kepada PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk sesuai peta sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Gubernur ini," kata Anies yang dikutip dalam Kepgub tersebut oleh Liputan6.com, Sabtu (27/6).

Rencana ini menuai penolakan. Banyak pihak mempertanyakan konsistensi Anies setelah menolak reklamasi 17 pulau, kini melakukan reklamasi di sekitar kawasan wisata Ancol. Menurut Direktur Eksekutif WALHI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi, reklamasi hanya akan mengorbankan kehidupan pesisir laut.

"Apa urgensinya reklamasi Ancol? Pemprov terus memunculkan preseden buruk, setelah penerbitan IMB Pulau D dan sekarang masih menghidupkan reklamasi," kata Ahmad,i saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

Suara penolakan juga terjadi di DPRD DKI Jakarta. Sejumlah fraksi berbeda pandangan atas proyek perluasan Ancol ini. Muncul pula gerakan dari masyarakat yang menamakan diri mereka Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) berunjuk rasa di Balai Kota DKI.

Setelah dua pekan proyek ini ramai diperbincangkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akhirnya bicara soal reklamasi di kawasan Ancol. Lewat video, Anies jelaskan tujuan dan manfaat dari reklamasi Ancol ini.

Anies menegaskan reklamasi Ancol jelas berbeda dengan 17 pulau di teluk Jakarta yang dihentikan beberapa waktu lalu.

"Saya akan menjelaskan apa yang sedang terjadi di kawasan Ancol. Yang terjadi ini berbeda dengan reklamasi yang Alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu," kata Anies dalam jumpa pers daring, Sabtu (11/7).

Anies menegaskan, reklamasi Ancol bertujuan melindungi DKI Jakarta dari banjir. Tentu, katanya, berbeda dengan reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta yang bertujuan bisnis.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir. Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu. Itu bukan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun. Di sana ada pihak swasta berencana membuat kawasan komersial, membutuhkan lahan, lalu membuat daratan, membuat reklamasi," jelas dia.

nelayan di sekitar reklamasi ancol

Anies menyebut, daratan perluasan Ancol hasil dari pengerukan lumpur yang selama ini dilakukan di 13 sungai Jakarta untuk mencegah banjir.

"Jakarta ini terancam banjir, salah satu sebabnya karena ada waduk dan sungai yang mengalami pendangkalan atau sedimentasi. Ada 13 sungai, kalau ditotal panjangnya lebih dari 400 km. Ada lebih dari 30 waduk dan secara alami mengalami sedimentasi," katanya.

"Karena itulah kemudian, waduk dan sungai itu dikeruk, dikeruk terus-menerus. Dan lumpur hasil kerukan itu dikemanakan? Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol," tambah.

Proses pengerukan lumpur sungai, kata Anies, sudah berlangsung lama dan akhirnya lumpur itu digunakan untuk perluasan Ancol.

"Dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang. Bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak 3,4 juta meter kubik. Nah, lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol," ujarnya.

Perbedaan lainnya, sambung Anies, jika reklamasi 17 pulau tidak untuk kepentingan umum dan mengganggu rasa keadilan. Sebaliknya tidak dengan reklamasi Ancol.

"Yang 17 pulau itu tidak sejalan dengan kepentingan umum, ada permasalahan dengan hukum, mengganggu rasa keadilan. Sementara yang di Ancol ini adalah proyek pemerintah untuk melindungi warga Jakarta dari banjir. Lalu dilakukan pengerukan sungai dan waduk yang kemudian menghasilkan lumpur. Di situ kemudian muncul yang biasa disebut tanah timbul karena penimbunan lumpur di sana," terangnya.

Sementara reklamasi Ancol menurut Anies tidak mengganggu nelayan dan ini dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. "Jadi pengerukannya oleh pemerintah, pengelolaan lahannya oleh pemerintah, dan pemanfaatannya untuk seluruh rakyat. Apalagi program ini tidak mengganggu kegiatan nelayan, tidak menghalangi aliran sungai manapun menuju laut, dan ini sudah berlangsung selama 11 tahun," ia menandaskan.

proyek reklamasi ancol

Oleh karena itulah, dia meyakinkan tak ada janji yang ia ingkari terkait perluasan kawasan Ancol ini.

"Saya tegaskan bahwa pelaksanaan pengembangan kawasan Ancol ini memang bukan bagian dari proyek reklamasi yang bermasalah itu. Jadi dikeluarkannya Kepgub ini untuk memanfaatkan lahan yang sudah dikerjakan selama 11 tahun dan sama sekali tidak mengingkari janji," katanya.

Anies menegaskan reklamasi Ancol adalah pelengkap dan bukti Pemprov mengedepankan kepentingan publik yakni mengatasi banjir.

"Justru ini menjadi pelengkap bahwa kita memang mengedepankan kepentingan umum, mengedepankan ketentuan hukum, mengedepankan keadilan sosial. Proses pembangunannya pun tidak merugikan nelayan. Dan kawasan ini terbentuk dari lumpur hasil pengerukan sungai untuk mencegah banjir. Jadi semuanya mengikuti ketentuan hukum yang ada," terangnya

Terkait penghentian reklamasi 17 pulau yang dijanjikannya semasa kampanye, sudah dia tuntaskan beberapa waktu lalu.

"Sekali lagi saya tegaskan, Insya Allah semua janji itu telah dan akan terus dilaksanakan," tegas Anies.

1 dari 1 halaman

Akan Ada Museum Sejarah Nabi di Ancol

proyek reklamasi ancol

Di kawasan perluasan Ancol nanti, rencananya akan dibangun museum sejarah nabi. Bahkan dijanjikan terbesar setelah di Arab Saudi. Museum akan dibangun di lahan seluas 3 hektare.

"Dari 20 hektare (reklamasi Ancol), yang sudah ada hanya 3 hektare, untuk membangun Museum Sejarah Nabi. Museum Sejarah Nabi ini akan menjadi museum yang dibangun di tepi pantai, bagian dari kawasan Ancol. Dan museum ini akan menjadi museum terbesar tentang sejarah Nabi di luar Saudi Arabia," kata Anies.

Anies optimis museum itu akan menarik wisatawan dunia. Saat ini, semua kelengkapan administrasi museum sedang dipersiapkan.

"Insya Allah ini akan menjadi magnet bagi wisatawan, bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia. Nah untuk itu, harus disiapkan semua dokumen legal administratifnya agar pengurusan lahannya bisa dilakukan, agar pembangunan bisa segera dilaksanakan," terangnya.

Alasan lain mengapa Ancol perlu diperluas, kata Anies, karena menjadi pusat wisata Asia Tenggara.

"Lalu mungkin ada pertanyaan. Mengapa perlu ada perluasan Ancol? Ya kawasan ini memang dirancang untuk berkembang untuk pusat kegiatan wisata, bukan saja bagi Indonesia, tapi harapannya bagi Asia Tenggara, bahkan lingkup wilayah Asia," katanya.

Anies berharap perluasan Ancol membawa dampak ekonomi besar bagi rakyat Jakarta.

"Kawasan Ancol saat ini ukurannya sekitar 200 hektare. Setiap tahun ada lebih dari 20 juta pengunjung. Manfaat ekonominya bagi Jakarta amat besar. Jadi lahan yang sekarang terbentuk akan dimanfaatkan untuk pengembangan, dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas. Bukan cuma untuk Museum Sejarah Nabi, tapi menjadi kawasan pantai terbuka untuk masyarakat. Dan kita ingin kawasan Ancol menjadi yang terbesar dan terbaik sebagai kawasan liburan di Asia," jelas dia. (mdk/lia)

Baca juga:
Nelayan Teluk Jakarta Sebut Reklamasi Ancol Sejak Belasan Tahun Lalu
Soal Reklamasi Ancol, Anies Bilang 'Sama Sekali Tidak Mengingkari Janji'
Anies Klaim Museum Sejarah Nabi di Ancol Terbesar Setelah Arab Saudi
Anies Bicara Soal Reklamasi Ancol: Untuk Melindungi Warga Jakarta dari Bencana Banjir
Beda dengan Reklamasi 17 Pulau, Anies Sebut Pemanfaatan Reklamasi Ancol untuk Rakyat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami