Boleh Buka Masker di Tempat Terbuka, Wagub DKI Ingatkan Warga Tetap Hidup Sehat

Boleh Buka Masker di Tempat Terbuka, Wagub DKI Ingatkan Warga Tetap Hidup Sehat
Aktivitas Warga di Tengah Pelonggaran Pemakaian Masker. ©2022 Liputan6.com/Faizal Fanani
JAKARTA | 18 Mei 2022 08:50 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan DKI Jakarta siap menerapkan kelonggaran aktivitas masyarakat di luar ruangan, dengan tidak memakai masker. Riza menjelaskan, kesiapan tersebut yaitu segala fasilitas kesehatan dan cakupan vaksinasi Covid-19 di Jakarta cukup baik.

Kendati masih terdapat laporan konfirmasi kasus positif Covid-19, Riza menyampaikan bahwa jumlah penambahan kasus Covid-19 lebih rendah dibandingkan penambahan jumlah orang yang sembuh dari Covid-19.

Selain itu, optimisme Pemprov DKI melonggarkan aktivitas di luar ruangan mengingat cakupan vaksinasi dosis ketiga, booster, menunjukan tren positif.

Merujuk data corona.jakarta.go.id, cakupan vaksinasi booster di Jakarta sudah mencapai 1.880.280 dosis.

"Memang ada, kami masih lihat tapi kan kita vaksin ketiga booster semakin baik, kalau 1 dan 2 sudah selesai," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/5) malam.

Riza pun mengingatkan agar masyarakat yang beraktivitas di Jakarta tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana menjadi pedoman hidup di masa pandemi 2 tahun ini.

"Yang paling penting masyarakat kalau pun di luar sudah boleh buka masker tapi tetap harus jaga pola hidup perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan dengan sabun," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan, masyarakat Indonesia sudah memiliki kekebalan terhadap varian baru Covid-19, terutama Omicron BA.2. Dia membandingkan situasi penularan Covid-19 di Indonesia dengan sejumlah negara di dunia yang masih mendeteksi keberadaan varian BA.2.

Indonesia belakangan ini mencatat penurunan kasus Covid-19 meski masih didominasi varian BA.2. Sementara Amerika Serikat, China, dan Taiwan mengalami lonjakan kasus Covid-19 dipicu varian BA.2.

"Apa yang kejadian seperti beberapa negara, seperti Amerika dan Jepang dan sekarang sedang tinggi naik di Taiwan di China itu karena ada varian baru Omicron BA.2," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (17/5).

Kekebalan masyarakat terbukti melalui hasil sero survei atau survei antibodi Covid-19. Budi menyebut, hasil sero survei pada Desember 2021 menunjukkan, 86,6 persen penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Pada Maret 2022 menjelang mudik Lebaran Idulfitri 2022, sero survei kembali dilakukan di Jawa dan Bali. Hasilnya, hampir 100 persen penduduk sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19.

(mdk/ded)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami