Buntut tabrakan maut, dishub dan polisi razia metromini-kopaja

Buntut tabrakan maut, dishub dan polisi razia metromini-kopaja
JAKARTA | 7 Desember 2015 12:39 Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com - Sejumlah petugas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menggelar razia metromini dan kopaja di sejumlah titik ibu kota. Salah satunya di Jalan Sudirman, depan Stasiun Dukuh Atas. Razia ini digelar sehari setelah kecelakaan Metromini yang bertabrakan dengan KRL commuterline di perlintasan Angke, Jakarta Barat yang menewaskan sedikitnya 18 orang penumpang.

Pantauan merdeka.com, kopaja 19 jurusan Blok M - Tanah Abang, Metromini 17 jurusan Senen - Manggarai disetop petugas dinas perhubungan. Petugas mengecek kelengkapan surat-surat, baik Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat izin Mengemudi (SIM).

"Memang kami melakukan razia. Seperti di Tanah Abang, Dukuh Atas, Pasar Rebo, Kampung Melayu dan wilayah lainnya. Itu razia dilakukan setiap hari. Tujuannya untuk menindaklanjuti kendaraan yang tak punya izin dan surat-surat," ujar kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andriansyah kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (7/12).

Beberapa sopir metromini dan kopaja kedapatan tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat. Tak mau kompromi, petugas langsung menggelandang kopaja dan metromini yang tak dilengkapi surat kendaraan. Petugas Dishub juga mengecek kondisi metromini.

Selain di Jalan Sudirman, petugas Dishub dan Polisi juga menggelar razia serupa di sekitar Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. "Ada beberapa yang kita tilang," kata petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Alhasil, penumpang kopaja dan metromini yang ditilang langsung turun dan beralih ke moda transportasi lain.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) geram melihat kecelakaan yang lagi-lagi ulah Metromini. Menurutnya ada 'main' oknum Dinas Perhubungan (dishub) akan Metromini yang tak sesuai aturan.

"Karena semua orang tahu, ngetem-ngetem (Metromini) kan gara-gara kejar setoran nih, ngebut-ngebut juga, sopir enggak ada SIM juga nembak, orang di lapangan oknum di dinas perhubungan dapat setoran. Ini memang semua ini satu set," Kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Ahok mengaku sudah mencabut 1.600 bus metromini yang beroperasi. Bahkan dirinya akan membuang metromini ke laut jika dianggapnya sudah tak layak pakai.

"Kita sudah mencabut trayek 1.600 bus. Jadi kalau kamu lihat tempat penampungan bus di kita, ini metromini yang kita tahan udah nggak muat lagi nih," tegasnya. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5