Cegah Covid Varian Baru, DPRD Minta Pemprov Perketat Kedatangan WNA ke Jakarta

Cegah Covid Varian Baru, DPRD Minta Pemprov Perketat Kedatangan WNA ke Jakarta
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. ©2021 Merdeka.com
JAKARTA | 7 Mei 2021 16:42 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa dua kasus varian Covid-19 B1617 terdeteksi di DKI Jakarta. Varian ini merupakan varian corona lokal dari India, dan sampai saat ini masuk dalam kategori variant of interest"oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta kepada Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Kesehatan DKI untuk segera melakukan tracing kepada dua kasus tersebut yang pernah memiliki kontak erat.

"Dinkes DKI harus bergerak cepat usai mendapatkan informasi tersebut. Lakukan tracing kepada kedua orang tersebut, supaya jangan sampai penyebaran cepat terjadi, hingga tidak terjadi gelombang kedua Covid-19 di Jakarta," kata Kenneth, Jumat (7/5).

Menurut pria yang disapa Kent itu, virus Covid-19 varian of concern atau mutasi yang ada di India dan di Eropa penularannya sangat cepat, dan hal tersebut sangat berbahaya jika sudah masuk ke Jakarta.

"Sangat berbahaya jika sudah masuk ke Jakarta. Pemprov DKI harus benar-benar fokus dan berupaya keras untuk bisa menghentikan penyebaran virus tersebut, karena dikhawatirkan angka Covid-19 kembali meroket. Dan sangat sulit dibayangkan jika angka Covid-19 kembali meledak," tegas Kent.

Kent pun meminta kepada pemerintah untuk mengetatkan pengawasan di pintu-pintu kedatangan terhadap warga negara asing (WNA), yang berdomisili di India dan yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun 14 hari.

"Harus lebih ketat lagi pengawasan di pintu-pintu kedatangan WNA dan pekerja migran, lalu jika ada yang mempunyai riwayat perjalanan ke India harus segera di karantina selama 14 hari," tutur Kent.

Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak lengah, meskipun sudah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan 2 tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mematuhi prokes sebagai bentuk perlindungan diri dari penularan Covid -19," tuturnya.

Baca Selanjutnya: Jangan Mudik Dulu...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami