Cegah Pelajar di DKI Demo, Sekolah Berlakukan Absensi Pagi dan Siang

JAKARTA | 1 Oktober 2019 09:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, untuk mengantisipasi pelajar ikut aksi demo, sekolah sudah diinstruksikan untuk menerapkan kebijakan absen pagi dan siang. Hal ini untuk memastikan kehadiran siswa di kelas saat jam belajar berlangsung.

"Bila ditemukan mereka tidak berada di sekolah, maka orangtuanya langsung dikontak sehingga bisa sama-sama mengetahui lokasinya ada dimana," ujar Anies di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa (1/10).

"Kita ingin memastikan itu, nah hari ini nanti kita dapat laporannya per hari untuk memastikan bahwa semua anak belajar dengan baik," lanjut dia.

Sebelumnya, pelajar berseragam putih abu-abu yang menggelar demo di Kompleks DPR pada Senin (30/9/2019) sempat menyerbu Gedung BPK di Kawasan Slipi, Jakarta jelang malam hari. Polisi pun sudah mengimbau mereka untuk pulang.

Namun, massa yang terdiri dari pelajar itu tidak menggubris. Mereka justru terlihat makin beringas melempar bom molotov ke arah Gedung BPK. Tidak hanya sampai di situ, pelajar berseragam SMA itu juga melempari polisi dengan bebatuan serta menembakkan kembang api ke arah polisi. Polisi pun membalasnya dengan menembakkan gas air mata dan kembang api ke arah pelajar.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.