Cerita Joki Balap di Ancol: Sekarang Lebih Nyaman Enggak Diuber-uber Polisi

Cerita Joki Balap di Ancol: Sekarang Lebih Nyaman Enggak Diuber-uber Polisi
Joki Balap Motor di Ancol. Bachtiaruddin
JAKARTA | 16 Januari 2022 13:54 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Bising suara knalpot racing mewarnai area perhelatan street race digelar Polda Metro Jaya di kawasan Jalan Inspeksi Kali Ancol, Jakarta Utara, Minggu (16/1).

Suara raungan motor yang dipacu silih berganti saling bersahutan. Terlihat para mekanik dari setiap klub motor yang hadir tengah sibuk menyiapkan settingan terbaiknya untuk memacu motornya di lintasan sepanjang 800 meter.

Selain para mekanik, para pebalap alias joki pun tak lepas dari kesibukan. Mereka terlihat mempersiapkan diri memacu kuda besinya menjajal lintasan drag race.

Seperti halnya, Agung, salah satu joki dari club motor asal Pluit, Jakarta Utara, Cuplis Speed. Dengan badan yang cukup ramping berbalut seragam balapnya, Agung nampak sudah siap untuk memacu motor merah Kawasaki Ninja 150 RR-nya.

Dia mengaku sangat senang dengan balapan diwadahi Polda Metro Jaya, ini. Akhirnya dirinya bisa memacu kuda besinya dengan lepas tanpa takut adanya rasa khawatir.

"Saya jokinya, biasanya kalau balapan ya liaran di Kemayoran biasanya. Jadi senang lah saya bisa balapan dengan lepas," kata Agung saat ditemui merdeka.com.

Alasan rasa khawatir Agung bukan tanpa alasan. Dia sadar balap liar yang kerap diikutinya melanggar aturan. Alhasil, di tengah mental yang harus siap memacu motor, rasa was-was dibubarkan aparat kepolisian pun selalu menghampirinya.

"Di sini lebih safety aja. Lebih nyaman enggak diuber-uber polisi enggak deg-degan. Karena saya pernah ketangkap, diamankan dah sama polisi," ujar Agung.

Agung yang sudah berkecimpung di dunia balapan liar sejak berusia 13 tahun itu, mengakui jika momen polisi membubarkan balapan liar adalah sesuatu yang ditakutinya. Karena dirinya yang cukup takut berurusan dengan polisi.

"Sudah sering banget bang, kalau main malam itu. Di Kemayoran juga pas itu dibubarkan, tapi tetap khawatir bang meski sudah dari 13 tahun ikutan beginian," tutur dia.

2 dari 2 halaman

Jalur Balap Diperbaiki

Di sisi lain, Agung juga turut memberikan masukan untuk gelaran balapan kali ini untuk kualitas aspal yang masih perlu diratakan. Karena, ada beberapa titik aspal yang dirasa bergelombang dan tidak rata.

Sebab, dia yang merupakan joki kategori FFA (Free For All) dengan spek motor velg 17 atau ring velg kecil sangat rawan ketika melintas di jalan bergelombang pada saat kecepatan tinggi.

"Iya, buat ini masalah di treknya masih kurang. Ada yang bergelombang, jadi buat kita joki cukup bahaya juga nantinya," tutup dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Kelakar Bamsoet: Mudah-mudahan Ketua DPRD DKI Nanti Tak Keberatan Formula E di Ancol
Tak Hanya di Ancol, Polda Metro Bakal Gelar Balap Motor di Tangsel dan Bekasi
Persiapan Trek Balap Liar Legal di Ancol
200 Pembalap Liar Mendaftar untuk Balapan di Ancol
Begini Syarat dan Ketentuan Ikut Latihan Bersama Street Race di Ancol
Balapan Perdana Diguyur Hujan, Begini Penampakan Arena Balap Motor di Ancol
Balap Motor di Ancol Resmi Dibuka, Ketua IMI Harap Jadi Role Model Polda Indonesia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami