Cerita Karya Seni Bambu Seharga Rp550 Juta yang Dibanggakan Anies Akhirnya Dibongkar

JAKARTA | 18 Juli 2019 10:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta akhirnya membongkar instalasi seni patung bambu 'Getah-Getih' karya seniman Joko Avianto yang terpasang di Bundaran HI. Karya yang dibanggakan Gubernur Anies Baswedan seharga Rp550 juta itu dipasang pada Agustus 2018 dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games di Jakarta.

"Bambunya boleh bengkok, tapi niatnya lurus," kata Anies saat itu.

Biaya pembuatan serta pemasangan instalasi seni bambu itu menghabiskan Rp550 juta yang berasal dari 10 BUMD DKI dengan sistem konsorsium. Saat meninjau pemasangan pada 15 Agustus 2018, Anies juga menjelaskan, karya seni tersebut selain menambah estetika di Jakarta, juga menjadi simbol persatuan.

"Ada makna tersirat tentang kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak. Karya bambu tersebut mengandung makna gagasan sebuah kesatuan dan persatuan yang terdapat dalam susunannya," tutur Anies.

Mantan Mendikbud itu menambahkan, perpaduan antara 'Getah Getih' dengan Patung Selamat Datang bisa menambah warna dalam menyambut Asian Games XVIII dengan pesan persatuan tersebut. Anies menambahkan, karya seni bambu tersebut bisa menjadi inspirasi ke seluruh Indonesia bahwa bambu bisa digunakan untuk beragam ekspresi seni.

2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Mengutip dari postingan di akun Facebooknya di tanggal yang sama, Anies juga memaparkan filosofi karya seni bambu itu secara panjang lebar.

"Bentangan dan balutan bambu ini jadi pengirim pesan. Di tengah deretan beton tinggi yang cakarnya menggenggam tanah Ibu kota, hadir karya bambu yang lembut, sederhana tapi kompleks. Sebuah material tradisional yang dibalut ilmu, kreativitas dan kemodernan.

Dengan rasa cinta dan kreativitas, bambu yang dianggap tak bernilai menjadi karya seni yang tak ternilai.

Bambu ini membentuk pesona seni yg menggerakkan. Membahanakan pesan dahsyat tentang bangsa kita. Pesan tentang kokoh tapi lentur, tegak tapi liat, kecil tapi raksasa, ribuan tapi menyatu, satuan tapi tak terserak. Itulah kita, bangsa Indonesia tercinta: 262 juta anak bangsa, 400-an suku bangsa, dan bercakap dalam 700-an bahasa. Sebuah bangsa yang dahsyat!

Di sini, dari gagasan, ribuan bambu ini membentuk sebuah kesatuan dan persatuan. Dari gagasan, jutaan anak bangsa ini membentuk kesatuan dan persatuan.

Mari kita sambut kembali saudara-saudara se-Asia dengan pesan persatuan, dengan kehangatan Indonesia, dan dengan kebanggaan bernegara."

Dibongkar karena Rusak

Tak sampai satu tahun, karya seni itu akhirnya dibongkar. Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati membenarkan pembongkaran tersebut. Ia mengatakan alasan pembongkaran bambu itu karena kondisi yang mulai rapuh.

"Dilakukan pembongkaran karena bambunya sudah mulai rapuh karena cuaca sehingga jalinan bambu sudah mulai jatuh. Khawatir rubuh," kata Suzi saat dikonfirmasi, Kamis (18/7).

Saat ini, kata Suzi, bambu tidak dapat digunakan kembali. Sementara lahan bekas tempat bambu dipasang akan ditanami tanaman. "Tidak dapat digunakan lagi. Sekarang ditanam border semak ground cover sambil menunggu instalasi lainnya," ucapnya.

istimewa

Komentar miring pun berdatangan di media sosial terkait pembongkaran tersebut. Anies dinilai telah menghamburkan uang untuk karya seni yang tidak bertahan lama.

"Patung bambu tidak untuk di luar ruangan, bambu kena panas, hujan dan lembab ya hancurlah! Hilanglah uang rakyat Jakarta 550 juta...gue tiap tahun bayar pajak oiiiii!" tulis seorang warganet di Facebook.

"Gw pikir wkt baca biaya bikinnya 550 juta, tuh patung bambu udh pakai teknologi pengawetan yg canggih, spy gak berjamur, lapuk, dan disantap rayap. Gw pikir bs tahan 5 tahun. Gak tahunya cm 11 bulan," tulis warganet lainnya.

Baca juga:
Mendagri Soal Wagub DKI Masih Kosong: Bukan Salah Anies Baswedan
Dinas Kehutanan DKI Bongkar Bambu Getah Getih di Bundaran HI
Instalasi Bambu Rp 550 Juta Anies Baswedan di Bundaran HI Dibongkar
Badan Kepegawaian Sebut Anies Baswedan Akan Perpanjang Jabatan Sekda DKI
DKI Tuan Rumah Formula E, Dinas Bina Marga Akan Sesuaikan Kondisi Jalan

(mdk/bal)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com