Curhat Emak-Emak Warga DKI agar Transjakarta Perbaiki Kenyamanan dan Kecepatan

JAKARTA | 3 September 2019 22:53 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Kota Jakarta tengah berbenah dalam bidang transportasi, seperti Transjakarta hingga MRT. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh pihak terkait dalam melayani penumpang.

Salah satu warga DKI bernama Maya Juwita mengaku sudah menjadi pelanggan setia Transjakarta sejak mulai beroperasi tahun 2004 lalu. Sebab, lanjut dia, akses moda transportasi ini paling mudah jika berangkat kerja dari rumah ke kantornya.

"Hanya tiga puluh menit dari rumah di daerah Ragunan ke kantor di Kuningan. Nyaman dan dingin," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) itu, Selasa (3/9).

©2019 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Menjelang Hari Pelanggan Nasional 4 September 2019, Maya mengharapkan perbaikan Transjakarta dari sudut kecepatan dan kenyamanan. Menurut Maya, memang selama ini pelayanan Transjakarta mengalami perubahan ke arah positif namun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki.

"Belakangan ini, perjalanan lebih lambat karena tidak semua jalur steril dan ada pembangunan proyek LRT di Jalan HR Rasuna Said. Transjakarta harus memikirkan jalan keluarnya," kata Maya.

Dia juga melihat beberapa kendaraan pengumpan yang memasuki jalan kecil tetapi menggunakan bus besar. "Akibatnya malah bikin macet. Untuk jalan kecil, pakai dong bus kecil," tutur dia.

Sementara itu, warga lain bernama Etty Herawati menyatakan Transjakarta adalah alat transportasi ibu kota yang murah dan disiplin. Namun, perlu tambahan armada pada jam sibuk dan jalur yang lebih panjang.

"Pada jam sibuk perlu tambahan armada karena sering lama menunggu. Begitu bus datang tak bisa naik lagi. Soal disiplin sudah bagus. Tidak berhenti sembarangan, pengemudi bawa mobil dengan tenang," katanya.

"Jalurnya perlu ditambah. Saya tinggal di Cibubur, tapi Transjakarta baru sampai Bumi Perkemahan Pramuka. Saya harap diadakan sampai Cileungsi," Etty meminta.

Emak-emak lainnya bernama Ratna Rasiana Sari mengaku rutin naik bus ini. Selain murah, dengan sekali jalan sudah bisa ke mana-mana. Namun kini, ia merasa naik turun tangga halte busway melelahkan. Fasilitas itu banyak ditemui di sejumlah halte.

©2019 Liputan6.com/Immanuel Antonius

"Buat orang tua seperti saya, Transjakarta perlu menyediakan eskalator atau lift," kata dia.

Sedangkan warga lainnya bernama Maryam Bachmid memilih Transjakarta karena aman dan nyaman. Kendati masih ada kejadian pencopetan pada jam-jam padat.

"Tapi saya merasa Transjakarta masih jauh lebih aman dari moda transportasi lainnya," jelas dia.

©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Menjelang Hari Pelanggan Nasional besok, Maryam berharap Trans Jakarta memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan konektivitas Transjakarta dengan MRT, LRT, dan KRL. "Ini agar masyarakat makin banyak yang menggunakan transportasi publik," katanya.

Baca juga:
Ada Jakarta Muharram Festival 2019, Ini Pengalihan Rute Transjakarta
Transjakarta Uji Coba Bus Listrik Pakai 16 Ton Galon Air
Transjakarta Minta Tarif Bahan Bakar Bus Listrik Bisa Rp700 per kWh
Bos Transjakarta: 14.000 Orang Naik Bus Listrik Selama Uji Coba
Perluasan Ganjil Genap, Pengguna Transjakarta Tembus 851.902 Per Hari
Organda DKI Klaim Moda Transportasi Modern Bantu Kopaja atau Metromini

(mdk/ded)