Curhat Pegawai yang Tidak 'Work From Home', Takut Terpapar Corona di Angkutan Umum

Curhat Pegawai yang Tidak 'Work From Home', Takut Terpapar Corona di Angkutan Umum
Antrean penumpang Bus Transjakarta.. ©2012 Merdeka.com
JAKARTA | 17 Maret 2020 11:30 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah karena masifnya penyebaran penyakit saluran pernapasan yang disebabkan virus corona atau covid-19.

Namun nyatanya kebijakan tersebut tidak diterapkan oleh semua perusahaan di Jakarta. Masih ada sejumlah perusahaan yang hingga kini tidak menerapkan 'working from home' atau bekerja dari rumah.

Sehingga para karyawan terpaksa harus keluar rumah dan menggunakan layanan transportasi umum menuju kantor.

Salah satunya karyawan sebuah perusahaan swasta di daerah Setia Budi, Jakarta Selatan. Perempuan bernama Tia (28) bercerita kepada Merdeka.com bahwa dirinya tidak diberikan arahan libur, sebab posisinya bekerja dibagian pelayanan.

Tia yang tinggal di daerah Pasar Minggu sehari-hari harus menggunakan moda transportasi umum TransJakarta untuk sampai ke kantornya. Dirinya mengatakan merasa sedikit resah karena harus berdempetan dengan banyak orang.

"Dari kantor memang tidak ada kerja dari rumah jadi ya harus tetap berangkat kerja. Sehari-hari kerja naik Busway, agak takut dan khawatir sih sebenarnya karena harus berdempet-dempetan sama banyak orang," ucap Tia kepada Merdeka.com, Selasa (17/3).

Tia mengatakan dirinya selalu membawa hand sanitizer dan mengurangi menyentuh daerah muka untuk mengantisipasi penyebaran virus yang terjadi di transportasi umum. Selain itu tambahnya, di setiap halte TransJakarta juga disediakan hand sanitizer.

"Sekarang kemana-mana bawa hand sanitizer, terus mengurangi nyentuh muka. Di Busway sendiri juga sudah disediakan hand sanitizer di setiap halte," lanjutnya.

Menurut Tia, kondisi penumpang TransJakarta hari ini tak lagi membludak seperti kemarin. Dia juga mengatakan bahwa hari ini armada TransJakarta sudah cukup banyak, jadi tak perlu mengantre lama.

"Hari ini naik busway tadi dari halte Warung Jati, sudah enggak terlalu ramai seperti kemarin. Buswaynya juga cepat. Penumpang juga lebih sedikit mungkin mereka mikir masih ramai seperti kemarin," lanjutnya.

Diketahui saat ini jumlah kasus positif corona di Indonesia sebanyak 134 orang. Hal ini dikatakan oleh Juru bicara pemerintah terkait penanganan kasus virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, terjadi penambahan kasus virus corona Covid-19 berdasarkan pemeriksaan spesimen dari Minggu (15/3) hingga Senin (16/3).

Yuri mengatakan, per hari ini ada tambahan jumlah pasien kasus Covid-19 sebanyak 17.

"Ada tambahan kasus sebanyak 17 kasus confirm positif baru. Provinsi Jawa Barat 1, Provinsi Banten 1, Provinsi Jawa Tengah 1, dan Provinsi DKI 14," kata Yuri dalam konferensi pers di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3).

Penambahan 17 kasus positif corona itu membuat jumlah kasus Covid-19 yang sebelumnya 117 menjadi 134 orang. Dari jumlah tersebut, Yuri tidak merinci rumah sakit tempat pasien positif dirawat. (mdk/rhm)

Baca juga:
Dirjen Dukcapil Dapati Ada Antrean Warga di Bekasi: Bahaya Penularan Corona Ini
Pemerintah Diminta Segera Distribusikan Alat Pendeteksi Corona ke Semua Daerah
Corona Merebak, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan Sepi Pengunjung
Meski Kerja di Rumah, Sri Mulyani Tetap Pantau Perkembangan Ekonomi RI
Ini Penjelasan Kapolda Sultra Terkait Kedatangan WNA China
Corona Merebak, Sirup Pokak Asal Probolinggo Ini Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami