Dikritik, Pemprov Sebut Data Ditampilkan Hanya Banjir Besar di Jakarta

Dikritik, Pemprov Sebut Data Ditampilkan Hanya Banjir Besar di Jakarta
Anies tinjau banjir di Kebon Pala. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi
JAKARTA | 23 Februari 2021 08:36 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Publikasi data banjir besar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikritik sebab dianggap tidak transparan. Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto menjelaskan data yang disajikan hanya data dengan kondisi banjir besar.

"Data yang ditampilkan adalah data yang merepresentasikan kejadian banjir besar di Jakarta," kata Sabdo yang dikutip pada Selasa (23/2).

Catatan BPBD, pada Sabtu dini hari, Jabodetabek menerima curah hujan di atas 150 mm per hari. Untuk wilayah Jakarta, kategori ekstrem mencapai 226 mm per hari.

Sabdo juga menuturkan, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah membuat rekap data penanganan kejadian banjir besar di Jakarta dari tahun ke tahun yang merujuk pada intensitas curah hujan tinggi atau ekstrem, seperti yang terjadi pada tahun lalu dengan curah hujan 377mm per hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menuturkan, mulai tahun 2021, DKI Jakarta telah memiliki peta berbasis RT yang memungkinkan masyarakat memantau wilayah tergenang dan luasan area tergenang.

Atika menuturkan data banjir lintas tahun lengkap juga tersedia di aplikasi ataupun situs https://data.jakarta.go.id/dataset/rekapitulasi-kejadian-banjir-pertahun.

“Terkait data, kami di Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk selalu terbuka kepada masyarakat. Masyarakat bisa mengakses informasi banjir secara real time melalui aplikasi Pantau Banjir,” ungkapnya.

Dikutip melalui instagram @dkijakarta data banjir besar di Jakarta terjadi pada;

2 Februari 2002
Curah hujan tertinggi 168 mm per hari, RW tergenang 353, luas area tergenang 168 km, pengungsi 154.270 jiwa, korban meninggal 32 jiwa, waktu surut 6 hari

2 Februari 2007
Curah hujan tertinggi 340 mm per hari, RW tergenang 955, luas area tergenang 455 km, pengungsi 276.333, korban meninggal 48 jiwa, waktu surut 10 hari

17 Januari 2013
Curah hujan tertinggi 100 ml per hari, RW tergenang 599, luas area tergenang 240 km, pengungsi 90.913, jumlah lokasi pengungsian 1.250, korban meninggal 40 jiwa, waktu surut 7 hari

11 Februari 2015
Curah hujan tertinggi 277 per hari, RW tergenang 6.702, luas area tergenang 281 km, pengungsi 45.813 jiwa, jumlah lokasi pengungsian 409, korban meninggal 5 jiwa, waktu surut 7 hari

1 Januari 2020
Curah hujan tertinggi 377 mm per hari, RW tergenang 390, luas area tergenang 156 km, pengungsi 36.445 jiwa, jumlah lokasi pengungsian 269, korban meninggal 19 jiwa waktu surut 4 hari

20 Februari 2021
Curah hujan tertinggi 226 mm per hari, RW tergenang 113, luas area tergenang 4 km pengungsi 3.311 jiwa, jumlah lokasi pengungsian 44, korban meninggal 5 jiwa, waktu surut genangan 1 hari

Dari data tersebut tidak tercantum data banjir periode 2016-2019. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami