Dinkes DKI Cek Informasi Warga Sulit Cari Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19

Dinkes DKI Cek Informasi Warga Sulit Cari Tempat Tidur di RS Rujukan Covid-19
Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
JAKARTA | 28 Januari 2022 15:16 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan mencari tahu kondisi masyarakat kesulitan mencari tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid. Sebab, dari data Dinkes, kapasitas tempat tidur yang terpakai baru 45 persen.

"Tentu ini menjadi catatan bersama-sama, saya akan cek sebenarnya apakah penyebarannya atau apa," kata Widya, Kamis (27/1).

Widya mengatakan, dari 45 persen tersebut, mayoritas tempat tidur diisi oleh pasien tanpa gejala (asimtomatik) ataupun gejala ringan.

"Dari 45 persen yang dirawat di rumah sakit sebenarnya masih ada bocor, yang ringan dan asymptomatic sekitar 48 persen dari 45 persen. Jadi hampir separuhnya (tempat tidur terpakai oleh pasien) asymptomatic dan ringan," katanya.

Saat ini, data ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi ada 3.900 unit. Tempat tidur yang telah terpakai sekitar 1.755 unit atau 45 persen. Melihat porsi keterpakaian tempat tidur ini, Widya mengatakan masih cukup luas ketersediaan tempat tidur.

Sedangkan ruang ICU, Dinkes DKI menyediakan 611 unit tempat tidur dan sudah terpakai 15 persen. "Spare masih banyak, dan itu belum kapasitas maksimal, karena kapasitas maksimal itu bisa sampai 11 ribu lebih seperti yang tahun lalu," ungkapnya.

Dari kondisi tersebut, dia mengimbau kepada masyarakat agar sebaiknya melakukan isolasi mandiri jika terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.

Widya menuturkan sebelumnya Kementerian Kesehatan pernah mengeluarkan regulasi tentang pasien probable dan positif Covid-19 dilakukan perawatan atau isolasi di rumah sakit.

Namun, regulasi tersebut dianulir setelah adanya surat edaran baru dari Kementerian Kesehatan bahwa yang dirawat di rumah sakit adalah pasien Covid dengan gejala sedang hingga kritis.

2 dari 2 halaman

Pemprov DKI Sediakan Telemedicine

Sebagai media konsultasi bagi pasien gejala ringan dan tanpa gejala, Widya menyarankan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan telemedicine.

"Jangan panik, sedang disediakan platform telemedicine untuk yang tidak bergejala atau bergejala ringan, bisa isolasi mandiri atau nanti disortir yang sedang disiapkan," ucapnya.

Senada dengan Dinkes Jakarta, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengimbau pasien Omicron tanpa gejala atau ringan lebih memanfaatkan isolasi mandiri dan telemedicine. Imbauan itu menyusul mulai meningkatnya keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit di Jakarta. Data per Rabu (26/1) kemarin, BOR RS di Jakarta mencapai 45 persen.

"Dan KSP sudah mulai menerima laporan warga yang kesulitan mencari rumah sakit," kata Abraham. (mdk/ray)

Baca juga:
Kasus Harian Covid-19 di Kabupaten Bogor Capai 283, Belum Ada Temuan Omicron
Wajib Pakai Masker dan Sertifikat Vaksin Tak Lagi Berlaku di Inggris
Kemendikbud Jawab Desakan Agar Sekolah Tatap Muka Dihentikan Karena Kasus Covid Naik
Data Ketersediaan Tempat Tidur IGD untuk Pasien Covid-19 di Jakarta
Dampak Kasus Covid-19 Naik, PN Jakpus Berlakukan WFH Sampai 31 Januari

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami