Dinkes DKI: Hari Ini, 15% dari 7.505 Kasus Covid-19 Adalah Anak di Bawah 18 Tahun

Dinkes DKI: Hari Ini, 15% dari 7.505 Kasus Covid-19 Adalah Anak di Bawah 18 Tahun
pasien corona. ©2020 Merdeka.com/antara
JAKARTA | 24 Juni 2021 17:33 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15% dari 7.505 kasus positif hari ini, menurutnya adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.

“Dengan rincian, yaitu 830 kasus adalah anak usia 6-18tahun dan 282 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun,” katanya dalam keterangannya, Kamis (24/6).

Dinkes DKI mengingatkan pentingnya menjaga anak agar tetap di rumah saja.

“Penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” imbaunya.

Lebih lanjut, Dwi juga menjabarkan distribusi 7.505 kasus positif hari ini, yaitu Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 1.550 kasus, Jakarta Pusat 836 kasus, Jakarta Selatan 1.105 kasus, Jakarta Timur 2.310 kasus, dan Jakarta Utara 954 kasus, serta data kasus yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 748.

Sedangkan, Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Ciracas 350 kasus, Cipayung 341 kasus, Kembangan 322 kasus, dan Pulo Gadung 305 kasus.

“Lonjakan bukan hanya terjadi pada angka kasus positif saja, tetapi juga pada jumlah pemakaman dengan protap COVID-19 di Jakarta. Secara berturut-turut, pada 22 Juni terdapat 150 pemakaman, lalu 23 Juni sebanyak 180 pemakaman, dan sampai dengan pukul 12 siang hari ini sudah 132 pemakaman yang menggunakan protap Covid-19. Situasi ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU di RS rujukan Covid-19 di Jakarta juga hampir penuh. Hingga 23 Juni, total tempat tidur yang disiapkan pada 140 RS yang merawat Covid-19 di Jakarta sebanyak 9.852 tempat tidur isolasi yang saat ini terisi 90% atau 8.874 pasien.

“Lalu sebanyak 1.218 tempat tidur ICU yang kini terisi 86% atau 1.048 pasien. Pemprov DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti penggunaan Rusun, salah satunya Rusun Nagrak, dan sejumlah GOR,” ucapnya.

Dwi memaparkan perkembangan jumlah klaster di Jakarta. Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor. Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10.967 orang positif dari 912 keluarga.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
Ini Tanggapan Istana Soal Kasus Harian Covid-19 Tembus 20 Ribu
BOR ICU Pasien Covid-19 RS di Depok Capai 101 Persen
VIDEO: Ambulans Penuh, Jenazah Pasien Covid-19 Akan Diangkut Pakai Truk di Jakarta
Kasus Covid-19 Tembus 20.000, Epidemiolog Sebut Pemerintah Tak Fokus Tangani Pandemi
IDI Minta Pemerintah Siapkan Strategi Hentikan Lonjakan Tinggi Kasus Covid-19
Hadapi Ledakan Kasus Covid-19, Kebutuhan Tenaga Kesehatan dan Keamanan Harus Ditambah

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami