Dinkes DKI Terbitkan Aturan Vaksin Moderna & Pfizer Tersedia di Semua Faskes

Dinkes DKI Terbitkan Aturan Vaksin Moderna & Pfizer Tersedia di Semua Faskes
Vaksin Massal Nakes di Istora. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo
JAKARTA | 16 September 2021 11:36 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menetapkan kebijakan baru terkait vaksinasi Covid-19 yang secara efektif diberlakukan mulai hari ini. Kebijakan tersebut berisi seluruh fasilitas kesehatan menyediakan berbagai macam merek vaksin termasuk Moderna dan Pfizer.

"Mulai hari ini, layanan vaksinasi jenis Moderna dan Pfizer tersedia di seluruh faskes dan sentra vaksin di Jakarta," ucap Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti, Kamis (16/9).

Widya menerangkan, vaksin merek Moderna dapat disuntikkan bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa dikhususkan KTP Jakarta. Sedangkan, jenis Pfizer, hanya disediakan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan di bawah naungan Kementerian Kesehatan, serta faskes TNI/Polri yang bisa menyuntikkan untuk warga negara Indonesia.

"Faskes di luar itu, hanya bisa menyuntikkan Pfizer bagi WNI ber-KTP DKI Jakarta dan domisili di Jakarta," terangnya.

Widya kembali mengingatkan, vaksin Moderna dan Pfizer diberikan pada bagi sasaran dosis pertama. Untuk vaksin Pfizer diberikan untuk sasaran usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil. Sementara untuk vaksin Moderna sasaran usia 18 tahun ke atas dan ibu hamil.

"Orang dengan immunocompromised, seperti penyakit komorbid berat, penyakit autoimun, pasien dalam terapi imunosupresan harus sesuai dengan rekomendasi dokter," ujarnya.

Dalam upaya percepatan vaksinasi lengkap 2 dosis, kata Widya, terdapat penambahan kuota JAKI dosis 2 minimal 250 orang per hari per kecamatan. Selain itu, Puskesmas dan RSUD membuka pelayanan vaksinasi Covid-19 pada hari libur, Sabtu, dan Minggu dengan pilihan jam yang bervariasi, termasuk di sore dan malam hari.

"Kami akan melakukan penyisiran untuk mengejar capaian dosis 1 dan 2 bagi sasaran remaja, pendidik, tenaga kependidikan, masyarakat rentan (ibu hamil, ibu menyusui, penyandang disabilitas dan lainnya)," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Menko PMK: PTM Wajib Digelar Kalau Sudah 100 Persen Tenaga Pendidik Tervaksin
Kemendagri Ingatkan Pemda Percepat Vaksinasi Guru dan Tenaga Kependidikan
Dijemput Mobil Polisi, Ratusan Anak Sekolah di Kupang Divaksinasi Covid-19
Mendikbud-Ristek Dorong Pemda Percepat Vaksinasi Guru agar PTM Bisa Digelar
Didampingi Nadiem, Ma'ruf Amin Tinjau PTM Terbatas dan Vaksinasi di Banten

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami