Dishub DKI, Ditlantas & sopir angkot bertemu bahas penutupan Jalan Jati Baru

Dishub DKI, Ditlantas & sopir angkot bertemu bahas penutupan Jalan Jati Baru
JAKARTA | 2 Februari 2018 13:48 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyepakati dua opsi kepada para sopir Tanah Abang yang melakukan unjuk rasa. Opsi ini merupakan buntut dari penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Nanti kan kita ada pertemuan jam 2 (siang), perwakilan dari operator dan sopir nanti kita tunggu. Solusi sih yang akan kita tawarkan ada 2 ya," ujar Kadishub DKI Jakarta Andri Ansyah, di Polda Metro Jaya, Jumat (2/2).

Namun, Andri masih enggan membocorkan solusi itu. Akan tetapi dia memastikan solusi itu bukan soal ditutup atau dibuka kembali jalan tersebut.

"Ya entar hasilnya setelah jam 2 inilah yang nanti akan kita komunikasikan, kita punya solusi seperti a, b, c bagaimana pendapat mereka kan kita diskusikan. Kita tidak berbicara buka atau tutup kita berbicara bagaimana pendapatan para sopir meningkat, sekarang kalau seumpamanya meningkat ya percuma saja, ditutup enggak meningkat percuma juga. Yang paling penting pendapatan sopir meningkat. Pokoknya saya tidak berbicara masalah buka tutup, saya berbicara pendapatan sopir meningkat atau bertambah," bebernya.

Dengan adanya dua solusi ini, Andri berharap pendapatan sopir angkutan umum meningkat. "Isunya pendapatan para sopir menurun, tugas kami nih dari pemerintah supaya tidak menurun, syukur-syukur bisa meningkat," pungkasnya.

Seperti diketahui, ada beberapa angkot dengan trayek berbeda yang berunjuk rasa di depan Balai Kota. Di antaranya Mikrolet M08 rute Tanah Abang-Kota, Mikrolet 03 rute Bendungan Hilir-Roxy, Mikrolet 03A Karet-Roxy, dan M10 rute Tanah Abang-Jembatan Lima.

Koordinator Aksi Andreas B Rehiary mengatakan kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan telah merugikan sopir angkot. Di mana penghasilan sopir angkot terus merugi sejak jalan Jatibaru ditutup.

"Karena kebijakan beliau ini sudah bikin kerugian terhadap warga. Khususnya mikrolet angkot. Selama Tanah Abang ditutup pendapatan kami berkurang. Itulah tuntutan. (Kerugian) Sampai 60 persen," kata dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Polisi mengaku tak dilibatkan Anies-Sandi soal penutupan Jalan Jati Baru
Tiga bulan memimpin, Anies klaim sudah beri sanksi sejumlah pejabat
Anies-Sandi buka 1 jalur Jl Jati Baru, Dirlantas bilang 'Saya kan minta dua'
Ratusan sopir angkot Tanah Abang menanti harapan di Balai Kota
Ini alasan Anies tak temui sopir angkot Tanah Abang
Terinspirasi cara Jokowi, Sandiaga ajak makan siang sopir angkot
Soal protes sopir angkot Tanah Abang, Sandi janji cari solusi yang adil

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami