Dishub DKI Kaji Pengaturan Jam Operasional Skuter Listrik di Jakarta

JAKARTA | 14 November 2019 04:32 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta tetap melarang pengoperasian skuter listrik Grabwheels di trotoar. Pelarangan ini menyusul tewasnya dua pengguna skuter listrik itu, Ammar (18) dan Wisnu (18) dalam tabrakan di jalanan area FX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu dini hari (10/11).

"Pemprov akan melakukan pengaturan terhadap operasional skuter listrik yang disewakan. Untuk tahap awal sambil menunggu regulasi terbit, kami sudah sampaikan kepada operator untuk melarang dioperasikan di trotoar dan JPO. Kalau mau, silakan masuk ke jalur sepeda," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi dilansir Antara, Rabu (13/11).

1 dari 2 halaman

Kaji Waktu Operasional

Pihaknya tengah melakukan kajian untuk waktu penggunaan skuter listrik di malam hari, mengingat peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada dini hari yang disesuaikan olehnya dengan layanan transportasi massal.

"Untuk jam operasi yang dikaji, kami sesuai dengan sistem angkutan umum massal beroperasi, seperti Transjakarta atau MRT mulai jam 05.00 sampai 23.00. Kami harapkan, setelah jam 23.00 operator tidak lagi menyewakan itu. Utamakan aspek keselamatan masyarakat. Harus dipahami, begitu dilihat jalanan sepi tengah malam, pengguna akhirnya dia menjadi lalai dan terjadilah tabrakan," ucap Syafrin.

2 dari 2 halaman

Harus Diatur Regulasi Jelas

Sejatinya, kata Syafrin, Pemprov berharap adanya skuter listrik tersebut ini bisa membantu masyarakat sebagai penghubung antara rumah-transportasi umum-tempat berkegiatan atau sebaliknya, namun dengan ketentuan yang ada.

"Kami harap ini jadi first dan Last milenya masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Kami harapkan orang turun di stasiun, halte, kemudian melanjutkan ke tujuan dengan escooter tapi tetap menggunakan jalur sepeda. Pada saat nyebrang di JPO dia tidak dikemudikan, tapi dituntun," ucapnya.

Kendati demikian aturan mengenai operasional Grabwheels tersebut masih abu-abu. Baik dari kementerian terkait, ataupun dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu juga diakui oleh Syafrin yang menyebut pihaknya sudah mengantisipasi aturan itu sejak mulai beroperasi.

"Tapi mesti dipahami bahwa regulasi yang kita akan terbit tentu sifatnya harus komprehensif sehingga kajiannya tidak mungkin parsial kita sebatas melakukan pengaturan terhadap escooter. Tapi seluruh elemen yang ada akan Kita kaji, sehingga ketika kita mengeluarkan aturan bulan ini tidak sebentar-sebentar direvisi," ucap Syafrin. (mdk/ray)

Baca juga:
Dua Orang Tewas Ditabrak Mobil, Polisi Godok Jalur Skuter Listrik
Polisi Tegaskan Mobil Seruduk Skuter Listrik di Senayan Bukan Tabrak Lari
DPR Minta Polisi Tertibkan Penggunaan Skuter Listrik di Jalanan Ibu Kota
Sebelum Tabrak Penyewa Grabwheels, Sopir Toyota Camry Konsumsi Minuman Beralkohol
Polisi Tetapkan Tersangka Penabrak Penyewa Grabwheels Hingga Tewas di Sudirman