Dishub DKI Sebut Sistem Ganjil Genap Agar Tak Terjadi Pergerakan yang Tidak Penting

Dishub DKI Sebut Sistem Ganjil Genap Agar Tak Terjadi Pergerakan yang Tidak Penting
JAKARTA | 4 Agustus 2020 11:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan kebijakan ganjil genap sejak Senin (3/8) kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan sistem ini diterapkan kembali bukan untuk memindahkan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Melainkan, mengefektifkan kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait Pergub 51 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Masa Transisi.

"Karena ini pandemi di masa covid-19, 50 persen orang bekerja di rumah dan 50 persen masuk kantor. Yang masuk kantor juga kita minta dibagi jadi dua sif. Harapannya dengan pola itu tidak terjadi kepadatan, tidak terjadi pergerakan orang tidak penting," kata Syafrin saat dihubungi, Selasa (4/8).

Dia mengharapkan dengan sistem ganjil genap dapat memberikan dampak pembatasan ke masyarakat untuk tetap di rumah saja saat pandemi Covid-19.

Saat pelaksanaan sistem ganjil genap ini, lanjut Syafrin, tidak ada peningkatan secara signifikan untuk jumlah penumpang di transportasi umum Jakarta.

"Dari data ini terlihat ternyata bisa saja orang bekerja dari rumah, tetapi karena tidak ada pembatasan pergerakan, mereka bisa janjian dengan teman. Dia yang seharusnya bekerja dari rumah, dia keluar dan kongkow-kongkow di tengah pandemi," jelasnya.

Sebelumnya, kebijakan pembatasan kendaraan bermotor sesuai pelat nomor ganjil genap kembali diberlakukan di Jakarta mulai hari ini, Senin (3/8).

Hari pertama ganjil genap diberlakukan di sejumlah ruas jalan di Ibu Kota diwarnai dengan pelanggaran. Sejumlah kendaraan kedapatan melanggar aturan dengan masih menggunakan pelat mobil genap di tanggal ganjil.

"Hampir setiap ada lampu merah, ada satu dua kendaraan yang belum sesuai tanggalnya," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2020).

Meski begitu, hari pertama mulai diberlakukannya ganjil genap ini belum ada sanksi tilang yang diberikan kepada para pengendara.

Menurut Sambodo, saat ini masih tahap sosialisasi penerapan kembali ganjil genap yang akan berlangsung selama tiga hari atau hingga Rabu, 5 Agustus 2020. Namun mulai Kamis, 6 Agustus 2020, sanksi tilang akan diberikan kepada pelanggar aturan ganjil genap. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami